Pemprov Papsel Dan PLN Tandatangani MoU, Sinergi Penguatan Infrastruktur Dan Layanan Kelistrikan 

MERAUKE-Penandatanganan MoU Strategis Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat resmi dilakukan oleh Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo dan Robert Rumsaur selaku General Manager PLN UIW PPB bertempat di Swiss-Belhotel, Senin (15/6). MoU tersebut terkait sinergi penguatan infrastruktur dan layanan kelistrikan untuk Papua Selatan.

“​Melalui penandatanganan MoU ini kita berkomitmen untuk bersama-sama menginventarisasi dan menata kembali pelayanan kelistrikan di wilayah Papua Selatan.

Sinergi antara Pemprov Papua Selatan dan pemerintah kabupaten menjadi sangat krusial.

Kita perlu memetakan secara detail berapa kapasitas suplai (power) yang mampu kita sediakan sampai hari ini, ​berapa besar permintaan (demand) riil yang ada di tengah masyarakat saat ini.

“Dengan data tersebut kita akan memiliki proyeksi yang akurat mengenai sisa daya yang tersedia guna mengantisipasi ledakan pertumbuhan penduduk serta perkembangan kebutuhan daya listrik di masa-masa yang akan datang,”kata Apolo. Ada satu hal strategis yang pemerintah titipkan kepada general manager terkait penataan kelembagaan atau revitalisasi organisasi PLN ke depan.

Sampai saat ini, ULP Kabupaten Asmat masih berada di bawah koordinasi UP3 Timika. Memang secara historis, dulu kebijakan itu diambil karena pertimbangan aksesibilitas infrastruktur dan sarana transportasi yang lebih dekat ke Timika. ​Namun seiring berjalannya waktu, kapasitas pelayanan serta sarana prasarana di Kabupaten Merauke berkembang pesat.

Terlebih lagi dengan status Merauke yang kini telah menjadi Ibu Kota Provinsi Papua Selatan sehingga perlu dipertimbangkan agar ULP Kabupaten Asmat dapat dialihkan di bawah koordinasi UP3 Merauke. Hal ini penting demi mempermudah koordinasi kewilayahan, rentang kendali serta pelayanan administrasi pemerintahan ke depan.

Apolo mengatakan, ​​kehadiran Provinsi Papua Selatan membawa konsekuensi pada masifnya pertumbuhan infrastruktur. “Oleh karena itu melalui MoU ini, mari kita bergerak cepat untuk mendata, mengantisipasi dan mempersiapkan kecukupan energi kita saat ini maupun di masa depan. “Kita ingin memastikan bahwa investasi dan pembangunan di Papua Selatan tidak boleh terhambat karena masalah kekurangan daya listrik.

Semoga kerja sama ini membawa berkah dan manfaat bagi kemakmuran masyarakat di ufuk timur nusantara khususnya di Provinsi Papua Selatan, “terang Apolo. Sementara itu Robert Rumsaur mengungkapkan, PLN masih mengalami keterbatasan sehingga diharapkan kontribusi semua pihak untuk mendukung. Ia mengucapkan terima kasih atas respon positif pemerintah daerah yang telah membantu untuk melistriki wilayah selatan dengan melakukan penandatanganan MoU.

Selanjutnya akan dilakukan pembahasan terkait kontrak-kontrak yang lebih teknis dan mendetail.

“Ini yang pertama dilakukan, kontrak kerja sama dengan pemerintah daerah. Momen luar biasa dan perlu kita apresiasi. Mudah-mudahan niat baik kita ini bisa kita tindak lanjuti dengan kerja sama yang lebih detail dan lebih fokus kepada program-program kelistrikan yang secara garis besar telah tertuang dalam MoU, “ungkapnya.(Iis)

Related posts

TOK! PN Jakarta Pusat Tetapkan Tanggal Eksekusi Pengosongan Hotel Sultan

Fani

Christian Sohilait Resmi Jadi Penjabat Sekda Papua

Bams

Rizwan Fadilah hadir di Cari Berkah BTV Sore Ini

Bams

Puji Kapolda Papua, Mantan Pimpinan OPM: Irjen Fakhiri Number One

Jems

Fix, Papua Ikut PON Aceh-Sumut

Bams

Ada Upaya Penipuan Mengatasnamakan Rekrutmen Bersama BUMN, PLN Imbau Waspadai Pungli dan Cermati Informasi

Fani

Leave a Comment