Pemberdayaan Masyarakat Asli Papua Melalui Diversifikasi Kopi Mangrove, Gerakkan Ekonomi Kreatif Pesisir 

MERAUKE– Upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan terus dilakukan Universitas Musamus (Unmus) belum lama ini bersama tim dosen yang diketuai oleh Nurliah, beserta anggota yaitu Febri Nur Pramudya dan Maya Sari Rupang. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini berasal dari pendanaan BIMA Kemensaintek DIKTI tahun Pelaksanaan 2026.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berjudul “Pemberdayaan Masyarakat Asli Papua melalui Diversifikasi Kopi Mangrove sebagai Upaya Meningkatkan Ekonomi Kreatif Wilayah Pesisir di Kampung Buti” bertujuan membangun ekonomi pesisir melalui inovasi pengelolaan kopi mangrove berkelanjutan dan sosialisasi hasil uji sensoris, inovasi kemasan dan peluangi pengembangan usaha.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendorong masyarakat Kampung Buti, Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan, untuk mengembangkan potensi hutan mangrove tidak hanya sebagai benteng alami kawasan pesisir, tetapi juga sebagai sumber inovasi produk yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi.

Dengan pendekatan pemberdayaan, masyarakat diperkenalkan pada diversifikasi produk berbasis buah mangrove yang diolah menjadi kopi mangrove, salah satu inovasi pangan lokal yang memiliki potensi pasar menjanjikan.

Nurliah menjelaskan bahwa Kampung Buti memiliki ekosistem mangrove yang luas dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Di balik fungsi ekologis tersebut, terdapat peluang ekonomi yang masih belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan potensi dari hutan mangrove, yang bukan hanya berfungsi sebagai pelindung pantai dan habitat biota laut, serta sebagai sumber penghasil kayu bakar bagi masyarakat lokal di Kampung Buti, tetapi juga dapat menjadi sumber inovasi produk lokal yang bernilai ekonomi.

Dengan pengelolaan yang tepat, kopi mangrove dapat menjadi identitas produk unggulan Kampung Buti sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat,” jelasnya.

Dalam kegiatan sosialisasi, peserta memperoleh materi mengenai potensi buah mangrove sebagai bahan baku pangan, teknik pengolahan hingga menjadi bubuk kopi. Kopi mangrove adalah minuman herbal alternatif yang berasal dari buah mangrove (jenis Rhizophora) yang memiliki manfaat utama untuk kesehatan tubuh, tidak mengandung kafein seperti kopi pada umumnya.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya menjaga kualitas produk, hingga strategi pengembangan usaha berbasis potensi lokal, dengan menekankan prinsip keberlanjutan, sehingga pemanfaatan mangrove tetap berjalan seiring dengan upaya pelestarian ekosistem.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Diskusi yang interaktif menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mengembangkan kopi mangrove sebagai usaha baru yang dapat menambah pendapatan keluarga tanpa merusak kelestarian hutan mangrove. Beberapa peserta juga menyampaikan ide untuk mengembangkan produk turunan lainnya sebagai bagian dari diversifikasi usaha masyarakat pesisir.

Bagi masyarakat asli Papua di Kampung Buti, inovasi ini bukan sekadar menciptakan produk baru, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Kepala kampung Buti, Wahyuni Winoto menyampaikan bahwa sosialisasi dan pelatihan sangat di butuhkan oleh masyarakat di Kampung Buti agar dapat mengelola potensi sumber daya lokal semaksimal mungkin.

Beberapa kegiatan pengolahan sumber daya pesisir sudah di lakukan secara mandiri oleh beberapa masyarakat, namun dengan keterbatasan pengetahuan dan modal yang dimiliki menjadi faktor penghambat dalam keberlanjutan usaha.

Ia berharap ke depan perlu adanya pendampingan oleh akademisi dan perhatian dari instansi terkait, agar upaya ini tidak berhenti sampai kegiatan sosialisasi dan pelatihan, tetapi juga dapat berlanjut sebagai komitmen dalam mencapai masyarakat lokal yang mandiri dan sejahtera.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kampung, dan masyarakat menjadi pondasi penting dalam menciptakan inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya masyarakat asli Papua.

Dengan dukungan berbagai pihak, kopi mangrove diharapkan mampu berkembang menjadi produk unggulan khas Papua Selatan yang memiliki daya saing tinggi sekaligus menjadi contoh keberhasilan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya pesisir secara berkelanjutan.(Iis)

Related posts

Mudik Virtual 11 Jam, Dave dan Iwet Buktikan Koneksi Stabil

Fani

IIMS 2024, Honda Stylo 160 Primadona, EM1 e: Jadi Motor Listrik Terbaik

Fani

Solidaritas Astra Motor dan Komunitas Dalam Kegiatan Berbagi Takjil

Fani

Perekonomian Papua Pegunungan Tunjukkan Kinerja Positif

Fani

Lindungi Rantai Motor, Gunakan AHM Chain Lube

Fani

Didampingi Pangdam Cenderawasih, Kasad Tinjau Program Ketahanan Pangan Di Merauke

Fani

Leave a Comment