Pelaku Usaha Perikanan Sasaran Bimtek Kewirausahaan Dan Akses Permodalan
MERAUKE-Bimbingan teknis kewirausahaan dan akses permodalan menjadi salah satu kegiatan hasil kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dengan Komisi IV DPR RI yang berlangsung di Rumah Aspirasi Sulaeman Hamzah, Senin (2/11). Sulaeman L. Hamzah selaku anggota Komisi IV DPR RI membuka secara resmi bimbingan teknis dan menyerahkan bantuan komoditi perikanan kepada masyarakat secara simbolis.
“Para pelaku usaha atau wirausaha bisa disebut sebagai petarung, bagaimana mereka mempersiapkan diri, menciptakan sesuatu yang baru dan mampu mengisi pasar yang ada. Sebab ketika kita menghasilkan sesuatu tapi kalau tidak laku di pasaran tentu akan mubazir, ” terang Sulaeman di hadapan peserta. Ia menambahkan, ketika menjalankan usaha dan masih memiliki tanggung jawab melunasi pinjaman atau kredit, tentu yang diharapkan adalah penjualan berjalan lancar sehingga uang berputar .
Akan tetapi jika usaha tidak berjalan sesuai keinginan maka pelunasan akan macet dan usaha tidak bisa berkembang. Ini menjadi tantangan dalam wirausaha sehingga harus mempersiapkan diri dengan baik. Ia juga menegaskan bahwa cita rasa produksi bukan semata-mata penentu dalam keberhasilan suatu usaha tetapi juga soal kemasan.
Pasalnya, pasar juga melihat dari sisi kemasan, apakah menarik atau tidak agar merangsang orang tertarik untuk membeli. Sementara itu Direktur Eksekutif Rumah Aspirasi Sulaeman Hamzah, Fauzun Nihayah mengungkapkan, potensi perikanan cukup besar di Kabupaten Merauke sehingga perlu didukung dengan berbagai inovasi dan kreativitas untuk mengolahnya.
“Pada dasarnya kita tidak kekurangan bahan namun yang sering menjadi persoalan adalah pangsa pasar. Oleh sebab itu dengan menggelar bimbingan teknis diharapkan pelaku usaha bidang perikanan memperoleh wawasan demi peningkatan usaha serta akses permodalan, ” ujar Fauzun.
Ia menyampaikan bahwa narasumber yang dihadirkan selama bimbingan teknis adalah orang-orang yang berkompeten sehingga diharapkan mampu memberikan hasil yang terbaik. Kemitraan dengan berbagai pihak untuk perluasan pemasaran menjadi penting termasuk dengan perusahaan. Perlu ada proteksi dari pemerintah daerah agar produk yang dihasilkan pelaku usaha terjual dengan baik.
Menurut Fauzun cukup banyak program perikanan yang menjadi fokus perhatian Rumah Aspirasi dengan menyasar kelompok masyarakat. Kerja sama dengan Dinas Perikanan juga terjalin dengan sangat baik untuk bersama-sama mensukseskan program perikanan. “Bimbingan teknis ini akan meningkatkan kualitas SDM khususnya di bidang perikanan, bagaimana mengolah yang baik dan mendapatkan sumber permodalan, ” ungkap Fauzun.
Direktur Pemberdayaan Usaha Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Ali Rahmat Iman Santoso dalam sambutannya via zoom mengemukakan, potensi UMKM kelautan perikanan masih terbuka lebar namun masih diperhadapkan berbagai permasalahan, seperti financial, produksi dan teknologi, pengelolaan usaha, sistem informasi dan akses pasar, mutu dan sistem jaminan keamanan pangan serta logistik.
Oleh karena itu dalam rangka peningkatan kualitas UMKM kelautan dan perikanan dibutuhkan strategi pemberdayaan pada pengelolaan UMKM dan menemukan solusi dalam menghadapi permasalahan yang ada. Ali mengucapkan terima kasih kepada Sulaeman Hamzah dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan bimbingan teknis dan berharap akan memberikan manfaat. (iis)
