Misa Kudus Awali Pembukaan Pesparani II Papua

Biak, Pembukaan Pesparani II Papua yang mengusung tema “Satu Nada, Satu Iman, Satu Papua”, diawali dengan Misa Syukur.

Pesparani bukan sekadar menjadi momentum bagi umat Katolik untuk memuliakan Tuhan melalui puji-pujian, tetapi juga menghadirkan pesan kuat tentang persaudaraan, persatuan, dan penghargaan terhadap keberagaman di Tanah Papua.

Misa Syukur dipimpin Uskup Jayapura, Mgr. Yanuarius Theophilus Matopai You, di Gedung KSL Grand Ballroom, Kabupaten Biak Numfor. Sejak awal prosesi, suasana khidmat berpadu dengan kekayaan tradisi lokal yang menjadi identitas masyarakat Papua.

Perarakan Uskup Jayapura bersama para pastor menuju tempat perayaan Misa Syukur disambut dengan Tarian Woor, tarian tradisional masyarakat Biak Numfor. Tarian tersebut menjadi simbol penghormatan dan penyambutan tamu, sekaligus menggambarkan keramahan masyarakat setempat dalam menerima para peserta dan tamu dari berbagai daerah.

Prosesi ini menghadirkan pesan bahwa perjumpaan dalam iman dapat berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap adat dan budaya. Tradisi lokal tidak hanya menjadi pelengkap acara, tetapi juga bagian penting dari identitas dan kehidupan masyarakat Papua.

Pesan keberagaman semakin terasa ketika memasuki prosesi persembahan. Tarian dari Nusa Tenggara Timur mengiringi persembahan dengan gerakan yang anggun dan penuh makna.

Pemandangan menarik terlihat di antara barisan penari, ketika sejumlah perempuan mengenakan hijab turut mengambil bagian dalam prosesi tersebut.

Kehadiran mereka menghadirkan gambaran sederhana tetapi bermakna tentang kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam. Perbedaan agama dan identitas tidak menghalangi seseorang untuk berpartisipasi dalam kegiatan budaya serta mendukung semangat persaudaraan.

Di tengah suasana perayaan iman Katolik, keterlibatan para perempuan berhijab itu menjadi pengingat bahwa toleransi tidak berhenti pada kata-kata. Toleransi tumbuh melalui ruang perjumpaan, sikap saling menghormati, dan kesediaan untuk berjalan bersama dalam keberagaman.

Prosesi persembahan kemudian ditutup dengan tarian dari Kepulauan Kei, Maluku, yang semakin memperkaya suasana pembukaan Pesparani II dengan warna budaya dari berbagai wilayah nusantara

Related posts

Berbagi Kasih Natal di Bumi Cenderawasih

Fani

Tongkat Komando Yonif 756/Wimane Sili Beralih ke Mayor Inf Yoel Sry Liga

Fani

Ungkapan Syukur Warga Kamno Sari Atas Program TMMD 125

Bams

Atasi Banjir, Ini Upaya Bupati Dan Wakil Bupati Merauke

Bams

Pangdam Cenderawasih Beri Penghormatan Terakhir Almarhum Serka Jefri Elfradus May

Fani

Miliki Peran Strategis, ORARI Merauke Diharapkan Berkembang Pesat

Bams

Leave a Comment