Komitmen Dan Kerja Keras Di Balik Kesuksesan MBG Tanah Anim Ha

MERAUKE,- Berbagai upaya dilakukan guna mensukseskan program MBG yang tengah digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto termasuk di Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan. Perhatian pemerintah pusat yang begitu besar terhadap masyarakat di ujung timur menjadi salah satu alasan mengapa program ini juga menyentuh hingga ke wilayah paling timur Indonesia.

Khoirun Nisaa’, S.Pi selaku Koordinator MBG Wilayah Kabupaten Merauke kepada Pasific Pos, Rabu (8/4) mengemukakan bahwa pihaknya komit dan berupaya seoptimal mungkin agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang ada di Kabupaten Merauke. Bahkan pihaknya membuka diri terhadap kritik dan saran demi peningkatan yang lebih baik lagi.

Semua laporan dan masukan langsung disampaikan kepada SPPG sehingga bisa segera dievaluasi dan dilakukan perbaikan. Di Kabupaten Merauke sendiri sudah ada 9 SPPG yang operasional sejak Januari tahun lalu.

Tersebar di Distrik Merauke dengan jumlah 6 SPPG dan 3 lainnya terdapat di Distrik Tanah Miring, Kurik dan Muting. Kesembilan SPPG ini termasuk dalam kategori SPPG Aglomerasi dan tidak hanya melayani sekolah saja tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui dan balita.

Ia menegaskan, BGN memiliki standar khusus untuk SPPG sehingga bagi yang tidak memenuhi ketentuan dihentikan sementara atau tidak beroperasi. SPPG yang bersangkutan harus melakukan perbaikan-perbaikan di antaranya terkait fasilitas dan bangunan SPPG itu sendiri.

Per April 2026 ada 4 SPPG yang tidak beroperasi, meliputi SPPG Jalan Aru, SPPG Rimba Jaya, SPPG Kurik dan SPPG Muting. Hal ini disebabkan belum tersedianya instalasi pembuangan air limbah. Ia menjelaskan, sekolah yang dilayani mencakup seluruh tingkatan mulai PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK. Bahkan direncanakan untuk merangkul anak jalanan namun masih menunggu data resmi dari Dinas Sosial.

Ia mengakui sebagian besar sekolah di Distrik Merauke belum mendapatkan MBG. Banyak hal yang menjadi penyebab namun yang paling mendasar adalah ketersediaan anggaran dan proses pengiriman peralatan yang memakan waktu lama. Meskipun diperhadapkan dengan berbagai tantangan dan keterbatasan, pihaknya tetap semangat, bersama unsur terkait memperkuat kerjasama agar MBG berjalan lancar di bumi Anim Ha.(Iis)

Related posts

OPM Penjahat Kemanusiaan Bunuh 2 Pekerja Bangunan

Fani

Kedekatan Wabup Fauzun Dan Masyarakat Di Momen Open House Hari Raya

Bams

KSP : Peran Masyarakat Sipil Harus Diperkuat di Festival HAM 2024

Fani

Polisi Gerebek Rumah Pengedar Sabu di Serui, Puluhan Paket Diamankan

Fani

Pemerintah Resmi Pungut Retribusi Parkir PPI Hamadi

Bams

Kronologi Polisi Tangkap Tiga Pelaku Pencurian Toko

Fani

Leave a Comment