Bea Cukai Papua Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp2,16 Miliar

Jayapura – Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Papua terus memperkuat pengawasan melalui berbagai kegiatan penindakan di wilayah Jayapura, Timika, Biak dan Merauke.

Penindakan tersebut mencakup penyelundupan narkotika, barang kena cukai ilegal, hingga pelanggaran pembawaan uang tunai lintas negara.

Di bidang pemberantasan narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP), Bea Cukai berhasil menggagalkan peredaran 6,77 kilogram ganja dan 0,48 kilogram methamphetamine.

Pada sektor cukai, petugas menyita 182.004 batang rokok ilegal serta 745,52 liter minuman mengandung etil alkohol yang melanggar ketentuan.

Selain itu, Bea Cukai juga melakukan penindakan terhadap pelanggaran pembawaan uang tunai lintas batas dengan mengamankan 74.526,4 dolar Australia atau setara Rp810.718.179.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan KPPBC Tipe Madya Pabean C Jayapura, Eston Erlangga mengatakan, dari keberhasilan pengungkapan kasus narkotika tersebut, sebanyak 1.356 jiwa berhasil diselamatkan dari potensi penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan prekursor atau NPP.

Perhitungan tersebut, kata Eston, didasarkan pada koefisien penyalahgunaan NPP selama satu tahun terakhir sebesar 0,44 yang dikalikan dengan biaya satu paket rehabilitasi rawat inap di Badan Narkotika Nasional (BNN) sebesar Rp3.634.000 per orang per bulan.

“Berdasarkan perhitungan tersebut, potensi penghematan keuangan negara yang berhasil diselamatkan Kantor Wilayah DJBC Khusus Papua dari biaya rehabilitasi penyalahgunaan NPP mencapai sekitar Rp2,16 miliar,” kata Eston, Jumat, 26 Juni 2026.

Bea Cukai juga tengah melaksanakan Operasi Asap atau Amankan Sumber Asal Penerimaan yang berlangsung hingga 30 Juni 2026.

Operasi ini, sebutnya, merupakan transformasi dari Operasi Gempur dan Operasi Gurita yang telah dilaksanakan selama periode 2018 hingga 2025.

Eston bilang, perubahan nama tersebut mencerminkan pendekatan pengawasan yang tidak lagi hanya berfokus pada penindakan di hilir, tetapi juga pada pengamanan penerimaan negara sejak titik asalnya, yakni melalui pengawasan terhadap proses produksi dan distribusi barang kena cukai.

Melalui operasi tersebut, Bea Cukai menekankan perlindungan penerimaan negara harus dimulai dari hulu dengan pengawasan yang terstruktur dan terintegrasi.

“Sehingga potensi pelanggaran dapat dicegah sejak awal sebelum berdampak pada penerimaan negara,” ungkap Eston. (Sari)

Related posts

PFA Harapan Baru Generasi Sepak Bola Papua

Bams

Sehari Jelang Pencoblosan PSU Pilgub Papua, 2.884 Surat Suara Sisa Dimusnahkan

Fani

Operasi Damai Cartenz Lumpuhkan KKB di Nabire

Fani

Diawal Tahun 2026, Ocean Adventure Kini Hadir di SAGA Youtefa

Bams

Bongkar Dugaan Tambang Emas Ilegal di Nabire, 7 WNA China Diamankan

Bams

Gerakkan Ekonomi Banten, PLN Sambung Listrik 58 Juta VA untuk Pelanggan

Fani

Leave a Comment