Kebun Hizbul Wathan Tumbuhkan Literasi dan Kemandirian Siswa

Jayapura – Tim dosen Universitas Muhammadiyah Papua melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemanfaatan Lahan Sempit menjadi Kebun Edukatif untuk Literasi Lingkungan” melalui hibah dengan skema pengabdian di lingkungan persyarikatan Muhammahdiyah Tahun 2025 yang dikelola Majelis Litbang Dikti PP Muhammadiyah.

Program ini bertujuan memperkuat literasi lingkungan siswa melalui praktik langsung bercocok tanam di sekolah.

Kegiatan dilatarbelakangi oleh keterbatasan ruang terbuka hijau di lingkungan sekolah serta pentingnya pendidikan lingkungan berbasis praktik sejak usia dini.

Kebun edukatif dihadirkan sebagai sarana pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan aspek pengetahuan, keterampilan, serta pembentukan karakter peduli lingkungan.

Tim pengabdian diketuai oleh Anita Apriani, dengan anggota Midah Nurhidayah, Wahyu Kumala Sari, dan Pusmiati.

Program ini bekerja sama dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat PWM Papua dan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana PWA Papua.

Karena merupakan kegiatan pengabdian di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah, pelaksanaan dipusatkan di SD Muhammadiyah Program Reguler Abepura, dengan dukungan teknis kepanduan Hizbul Wathan (Pramuka).

Kegiatan ini melibatkan 88 siswa kelas 5A, 5B, dan 5C. Lahan yang dimanfaatkan adalah balkon sekolah seluas kurang lebih 4×6 meter yang diubah menjadi kebun produktif menggunakan sistem tanam dalam polybag.

Ke depan, selain polybag, akan dikembangkan pula media tanam vertikal berbasis botol bekas. Saat ini proses pengumpulan botol sedang dilakukan sebagai bagian dari edukasi pengelolaan sampah dan penerapan prinsip daur ulang.

Ke depan, kebun ini akan dikembangkan menjadi Kebun Hizbul Wathan yang tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran lingkungan, tetapi juga sebagai sarana edukasi kemandirian dan ekonomi.

Hasil panen direncanakan untuk dimanfaatkan sebagai bahan konsumsi saat kegiatan perkemahan Hizbul Wathan serta dijual kepada guru sebagai bentuk pembelajaran kewirausahaan sederhana bagi siswa. Dengan demikian, siswa belajar memahami siklus produksi, distribusi, hingga nilai ekonomi hasil pertanian.

Anita Apriani menyampaikan harapannya agar program ini memberikan dampak jangka panjang.

“Harapan kami ke depan tentu menginginkan dampak positif yang berjangka panjang. Anak-anak SD Muhammadiyah Abepura yang mengikuti pelatihan ini diharapkan terbentuk pola pikir baru bahwa lahan sempit pun dapat dimanfaatkan menjadi lahan pertanian seperti menanam sayur-sayuran dan buah-buahan,” kata Anita, Jumat, 27 Februari 2026.

“Hasil tanaman yang mereka peroleh bisa mereka konsumsi sendiri bahkan dapat dijual sebagai bentuk pengenalan aktivitas ekonomi pada anak-anak,” jelasnya.

Dia menambahkan bahwa program ini diharapkan mampu menumbuhkan minat konsumsi sayur pada anak.

“Kita tahu anak-anak sekarang cenderung kurang menyukai sayur. Semoga dengan belajar menanam sendiri, bisa membuat mereka tertarik untuk mengonsumsi sayur,” tambahnya.

Pembina Hizbul Wathan SD Muhammadiyah Program Reguler Abepura, Ramanda Nur Hafis menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.

“Kegiatan ini sangat positif karena menjadi implementasi keterampilan kepanduan sekaligus mendukung pembelajaran lingkungan hidup di sekolah. Anak-anak belajar disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama secara langsung,” ujarnya.

Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PWM Papua, Dani Arisandi, menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa yang terlibat.

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat nonproduktif, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Pandu Athfal di SD Muhammadiyah Program Reguler Abepura, “ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, antusiasme siswa terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Mereka merasa bangga dapat mengubah balkon sekolah menjadi kebun hijau yang produktif.

Beberapa siswa menyampaikan kegembiraannya karena bisa menanam sendiri dan menantikan masa panen, bahkan ingin mempraktikkannya di rumah.

Melalui program ini, diharapkan tumbuh budaya peduli lingkungan, semangat kemandirian, serta jiwa kewirausahaan sejak dini di lingkungan sekolah Muhammadiyah.

Related posts

Grand Opening ke-16, Saga Cabang Cigombong Kotaraja Resmi Dibuka

Bams

Astra Motor Papua Menerima Penghargaan dari Jasa Raharja Papua

Fani

PLN UIP MPA Raih Dua Milestone Penting Pembangunan PLTU Sofifi 2×3 MW

Fani

Antar Langsung Motor Pelanggan, Manager HCC Astra Motor Papua Pastikan Konsumen Dapat Hak yang Sama

Fani

2023, Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Papua Bertambah Lebih dari 20 Ribu

Fani

Agroforestri di Koya Koso: Kolaborasi PLN dan Warga Wujudkan Hutan Produktif dan Lestari

Fani

Leave a Comment