Pasific Pos.com
Headline

Inilah Cabor Yang Dipertandingkan Sebelum Pembukaan PON XX Papua

Jayapura – Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua akan digelar pada tanggal 2-15 Oktober 2021 mendatang.  Event olahraga empat tahunan antar provinsi se Indonesia itu akan digelar di empat lokasi (klaster) penyelenggaraan, yakni, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika dan Merauke, dengan mempertandingkan 37 cabang olahraga.

Cabang olahraga yang akan akan dipertandingkan sebelum pembukaan PON yakni klaster Kabupaten Jayapura, cabor Gantole di Lapangan Terbang Advent Doyo Baru (24 September), Polo Air di kolam renang Aquatik Kampung Harapan (23 September), Baseball di lapangan Baseball/Softball TNI AU (23 September), Muaythai di GOR STT GIDI Sentani (27 September), Panahan di Arena Panahan Kompleks Kingmi Kampung Harapan (29 September), Criket di lapangan Kriket Doyo Baru (25 September) Sepak Bola Putra Stadion Barnabas Youwe (27 September).

Di klaster Kota Jayapura, cabor Paralayang (30 September), Softball Putra (22 September), Baseball babak penyisihan (23 September), Sepak Takraw (27 September), Bola Voli (30 September), Dayung (27 September), Sepak bola (27 September), Tenis lapangan (26 September).

Kaster Mimika, cabang olahraga Terbang Layang (23 September) Basket (29 September) Panjat Tebing (27 September) Futsal (24 September) Judo (29 September).

Sementara di klaster Merauke cabang olahraga yang dipertandingkan sebelum pembukaan PON adalah cabang olahraga Wushu, seni bela diri yang berasal dari China ini akan dipertandingkan pada tanggal 29 September 2021.

Dilansir dari Website https://koni.or.id Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PON XX Mayjen TNI (Purn.) Dr. Suwarno pastikan Bulan Agustus persiapan PON XX sudah rampung.

Meski PON XX resmi dimulai pada 2 Oktober 2021 namun adanya pertandingan yang sudah digelar sebelum itu guna efisiensi waktu.

Dikatakan, atlet yang dijadwalkan paling awal tiba di Papua akan hadir sejak September. “Tanggal 19 September (sudah ada kontingen) datang, tanggal 22 September sudah ada yang bertanding,” terangnya.

Terkait venue yang akan digunakan, secara umum sudah dalam progres yang baik. Ada juga beberapa venue yang bersifat sementara (temporary).

“Ada beberapa venue yang disiapkan di belakang karena temporary,” tambahnya menjelaskan venue yang relatif cepat disiapkannya ketimbang permanen.

Di luar venue, fokus yang diperlukan adalah peralatan di setiap venue. Suwarno optimistis Kemenpora dapat mendukung kebutuhan tersebut di waktu yang diperlukan.

“Saya yakin kalau Kemenpora yang mengadakan, pasti tepat waktu,” tandas Ketua Panwasrah.

Ia juga menambahkan jika lancar, semua peralatan akan sampai di Papua pada Agustus mendatang.

Tak ketinggalan, Suwarno sampaikan akomodasi untuk 33 kontingen yang akan tiba. “PB.PON sedang menyiapkan akomodasi,” katanya sambil menjelaskan fasilitas non-hotel akan ditingkatkan sesuai standar bintang 3.

Narasumber lain pada pembahasan persiapan PON XX adalah Frans Maniagasi, seorang pengamat masalah Papua. “PON ini bukan hanya prestasi olahraga semata mata tapi prestasi pemerintah Indonesia yang berkomitmen membangun Papua,” terang Frans. Selain itu, menurutnya keberhasilan perhelatan akbar kali ini juga akan menjadi bukti untuk dunia bahwa Indonesia dapat membangun Papua.

Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) asal Papua tersebut berharap PON XX dapat memberikan dampak ekonomi yang turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. Sebab, dampak tersebut adalah salah satu ukuran kesuksesan PON XX.

“Sukses PON itu sukses Indonesia, sukses Papua, Sukses Indonesia”, tutupnya.

Artikel Terkait

KONI Pusat Rapat Koordinasi Persiapan PON XX

Bams

PB PON Geser Anggaran Rp 124 M ke Kota Jayapura

Bams

Gubernur Papua Buka Chef de Mission Meeting II

Afrans