HUT RI ke-81 Jadi Momentum Satukan Warga, Ondoafi Sabron Yaru: Papua untuk Indonesia, Indonesia untuk Papua
SENTANI – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kampung Sabron Yaru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, menjadi momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan antara masyarakat asli Papua dan non-Papua.
Pesan persatuan tersebut mengemuka dalam kegiatan berbagai lomba tradisional 17 Agustus yang dirangkaikan dengan pemberian bantuan sosial berupa 50 paket sembako kepada masyarakat Kampung Sabron Yaru.
Ondoafi Kampung Sabron Yaru, Nikodemus Yaboisembut, mengatakan perayaan kemerdekaan menjadi kesempatan untuk membangkitkan semangat kebersamaan dan membulatkan tekad seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah.
“Ini merupakan langkah awal untuk membangkitkan semangat dan membulatkan satu tekad. Tidak ada perbedaan antara orang Papua asli dengan orang non-Papua. Kita harus bersatu, berpegang teguh, dan menuju pembangunan yang lebih maju,” ujar Nikodemus.
Menurutnya, kehadiran pemerintah bersama masyarakat dalam kegiatan tersebut memiliki makna penting. Selain memberikan bantuan kepada warga, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara pemerintah, masyarakat adat, dan seluruh warga.
Nikodemus berharap kebersamaan yang terbangun tidak hanya muncul ketika perayaan hari besar nasional, tetapi dapat terus dipelihara dan ditingkatkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Kami berharap ke depan, pada tahun-tahun berikutnya maupun hari-hari besar lainnya, pemerintah tetap memiliki niat baik untuk datang bertemu dengan kami dan masyarakat adat. Jangan hanya ini sekadar kegiatan, tetapi terus kita tingkatkan persatuan dan persaudaraan antara orang asli Papua dan non-Papua,” katanya.
Ia menegaskan, semangat persatuan tersebut merupakan bagian dari kecintaan masyarakat Papua terhadap Indonesia.
“Papua untuk Indonesia, dan Indonesia juga untuk Papua. Tetap satu kemerdekaan kita. Merdeka!” tegasnya.
Sementara itu, seorang guru, Martha Ayakeding, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan sederhana seperti lomba tradisional dapat memberikan pengalaman sekaligus menanamkan nilai-nilai kemerdekaan kepada anak-anak sejak dini.
“Kami sangat bangga. Kami memang membutuhkan kegiatan seperti ini untuk memotivasi anak-anak ke depan. Ini merupakan salah satu bagian dari mengisi kemerdekaan,” ujar Martha.
Ia mengatakan, meskipun informasi mengenai kegiatan baru diterima sehari sebelumnya, antusiasme masyarakat dan anak-anak tetap tinggi. Hal tersebut menunjukkan kuatnya semangat warga dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Walaupun kegiatan ini sederhana, kami mengambil hikmahnya bahwa ini adalah bagian dari kemerdekaan dan bagian dari upaya kami mengisi kemerdekaan. Harapan kami, jangan hanya tahun ini. Tahun-tahun mendatang semoga kegiatan seperti ini bisa lebih meriah lagi,” harapnya.
Rangkaian kegiatan yang diisi lomba balap karung, makan kerupuk dan membawa kelereng tersebut berlangsung penuh keceriaan. Anak-anak mengikuti perlombaan dengan antusias, sementara orang tua dan warga memberikan dukungan dari sisi lapangan.
Pemberian 50 paket sembako kepada masyarakat turut melengkapi kegiatan tersebut. Momentum ini pun diharapkan menjadi awal untuk memperkuat persaudaraan, mempererat hubungan antarmasyarakat, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam mengisi kemerdekaan di Kampung Sabron Yaru.
