Dua Peluru Terselip di Tas, Terungkap di Perbatasan Skouw

Jayapura – Kolaborasi antara Bea Cukai, TNI, dan Polri berhasil mengamankan dua butir amunisi senjata api jenis shotgun kaliber 12 gauge yang dibawa oleh seorang pelintas batas di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua pada Sabtu, 28 Maret 2026.

‎Kejadian bermula sekitar pukul 10.35 WIT saat petugas Bea Cukai melakukan pemeriksaan rutin terhadap seorang pelintas batas asal Papua New Guinea (PNG) berinisial SD (56), yang diketahui merupakan pegawai keuangan Pemerintah di Kota Vanimo, PNG.

‎Kecurigaan muncul saat pemeriksaan menggunakan mesin X-Ray Rapiscan mendeteksi benda mencurigakan di dalam tas dada berwarna hitam milik yang bersangkutan. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan manual dan menemukan dua butir amunisi aktif.

‎Menindaklanjuti temuan tersebut, petugas Bea Cukai segera berkoordinasi dengan aparat keamanan dari Polsubsektor Skouw dan Satgas TNI yang bertugas di kawasan PLBN Skouw.

‎Setelah dilakukan rangkaian interogasi awal guna mendalami kepemilikan amunisi tersebut, selanjutnya SD beserta amunisinya diserahkan ke personel Polsek Muara Tami untuk langkah selanjutnya dengan dibuatkan berita acara serah terima sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi.

‎Berdasarkan hasil klarifikasi awal, diketahui bahwa amunisi tersebut merupakan sisa aktivitas berburu rusa di wilayah PNG beberapa hari sebelumnya yang tertinggal di dalam tas milik pelintas batas.

‎SD saat diinterogasi bersikap kooperatif selama pemeriksaan dan tidak ditemukan indikasi keterkaitan dengan kelompok kriminal bersenjata maupun jaringan kejahatan lainnya. Meski demikian, proses hukum dan pendalaman tetap dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

‎Kapolsubsektor Skouw, Iptu Robert Makanuay menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan wujud nyata sinergitas tanpa batas antar instansi di wilayah perbatasan.

“Ini adalah bukti nyata bahwa pengawasan di tapal batas negara dilaksanakan secara maksimal melalui koordinasi yang kuat antar seluruh unsur CIQS,” ujarnya, Minggu, 29 Maret 2026.

‎Dia bilang, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, namun juga mengedepankan aspek humanis.

‎“Kami mengedepankan penanganan yang profesional dan humanis, namun tetap tegas sesuai aturan hukum. Sinergitas ini akan terus kami jaga guna memastikan stabilitas keamanan wilayah perbatasan tetap kondusif,” tambahnya.

‎Polresta Jayapura Kota bersama seluruh unsur pengamanan di PLBN Skouw berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas instansi dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Related posts

Tiga Poin Harga Mati Bagi Persipura di Laga Kandang Perdana

Bams

6.360 Orang Kunjungi Festival Cenderawasih

Fani

Sat Reskrim Polres Jayapura Tunjukkan Ketajaman Operasi: Komplotan Curanmor Dibongkar, Modus Barter Narkotika Terungkap

Jems

Kunjungan Apostolik Berakhir, Menag Ungkap Tiga Pesan Paus Fransiskus

Fani

Jokowi: Anak Indonesia Harus Berwawasan dan Berkarakter

Bams

Moeldoko: Pengembangan Talenta Digital AI Harus Sesuai Kearifan Lokal

Fani

Leave a Comment