Dorong Eksplorasi Migas, Papua Targetkan PAD Naik dan Listrik Menjangkau Wilayah 3T
JAKARTA,- Pemerintah Provinsi Papua mempercepat langkah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperluas akses listrik hingga ke wilayah terpencil. Upaya tersebut menjadi fokus pembahasan Gubernur Papua Matius D. Fakhiri saat bertemu jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Usai berdiskusi dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), Fakhiri melanjutkan pertemuan dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) guna mendorong percepatan eksplorasi potensi minyak dan gas di Papua.
Menurut Fakhiri, Papua memiliki cadangan migas yang menjanjikan, baik di wilayah perairan maupun daratan. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi sumber pendapatan baru yang mendukung pembangunan daerah apabila dikelola secara optimal.
“Kementerian ESDM sebelumnya telah melakukan survei seismik di kawasan perairan Papua, mulai dari Supiori hingga Jayapura. Saat ini hasilnya sudah memasuki tahap pelelangan wilayah kerja migas,” kata Fakhiri.
Ia menambahkan, sejumlah potensi migas juga ditemukan di Kabupaten Mamberamo Raya dan Kabupaten Sarmi. Aktivitas eksplorasi di wilayah tersebut pernah dilakukan pada era 1970-an hingga 1980-an, namun terhenti akibat kondisi keamanan saat itu.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua meminta Kementerian ESDM kembali mengirim tim teknis untuk melakukan survei lanjutan dan kajian mendalam sebagai dasar pengembangan sektor migas di Papua.
Selain membahas migas, Fakhiri juga menyoroti pemerataan akses listrik melalui program Papua Terang. Dalam pertemuan dengan Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, ia meminta dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat elektrifikasi di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Menurut dia, pemerintah kabupaten diminta segera menyampaikan data kebutuhan elektrifikasi agar dapat diakomodasi dalam program nasional tahun 2026 dan 2027. Bagi daerah yang belum dapat dijangkau jaringan PLN, Pemprov Papua mengusulkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal sebagai solusi bertahap.
“Harapan kami, seluruh kampung di Papua dapat menikmati listrik sehingga masyarakat benar-benar merasakan Papua yang terang,” ujar Fakhiri.
