Jamkrida Papua Yakin Capai Target Laba Rp2,7 Miliar
Jayapura,- PT Jamkrida Papua optimistis mampu mencapai target laba sebesar Rp2,7 miliar hingga akhir tahun 2026, meski kondisi perekonomian nasional masih menghadapi berbagai tantangan.
Direktur Utama PT Jamkrida Papua, Desty Pongsikabe, mengatakan hingga akhir Juni 2026 perusahaan telah membukukan laba usaha sebesar Rp2.009.577.265 atau sekitar Rp2 miliar lebih. Capaian tersebut dinilai sesuai dengan target dalam Rencana Bisnis Perusahaan (RBP) Tahun 2026.
“Di triwulan kedua kami telah membukukan laba sekitar Rp2 miliar. Sesuai rencana bisnis tahun 2026, kami sangat optimistis target laba sebesar Rp2,7 miliar yang dibebankan pemerintah dapat tercapai hingga akhir tahun,” kata Desty di Jayapura, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, optimisme tersebut didukung fondasi perusahaan yang kuat. Ia menjelaskan hampir seluruh proyeksi keuangan yang disusun manajemen mampu terealisasi hingga 99 persen. Selain itu, semangat kerja pegawai dan kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko menjadi modal utama menghadapi situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
“Fondasi perusahaan sangat kuat. Motivasi kerja pegawai juga tinggi, sehingga kami tetap mampu melihat peluang-peluang bisnis yang ada. Sistem dan sumber daya manusia yang kami bangun menjadi kekuatan untuk mencapai target laba,” ujarnya.
Desty mengungkapkan, PT Jamkrida Papua juga memperoleh hasil yang sangat baik dalam simulasi penilaian tingkat kesehatan perusahaan yang digelar di Makassar. Dalam penilaian tersebut, perusahaan meraih skor sekitar 77 persen, jauh di atas standar minimal yang dipersyaratkan.
“Hasil ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko sangat baik dan mendapat pengakuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” katanya.
Meski demikian, ia mengakui terdapat sejumlah keterbatasan dalam pengembangan usaha. Salah satunya adanya arahan melalui surat Gubernur Papua yang meminta manajemen saat ini tidak mengambil langkah-langkah strategis baru.
Karena itu, perusahaan untuk sementara lebih memfokuskan diri pada penguatan dan perawatan bisnis yang telah berjalan. “Kami menghormati arahan tersebut. Saat ini fokus kami adalah menjaga bisnis yang sudah ada agar tetap tumbuh dengan baik,” ujarnya.
Di sisi lain, PT Jamkrida Papua tengah menjajaki kembali kerja sama dengan Bank Papua dalam penjaminan Kredit Papeda, yakni program pembiayaan bagi pelaku UMKM yang bunga kreditnya disubsidi pemerintah.
Desty menjelaskan, program tersebut menggunakan skema kerja antara pemerintah daerah, Bank Papua, dan PT Jamkrida Papua. Nilai kredit yang dijamin maksimal mencapai Rp10 juta untuk setiap nasabah UMKM.
“Kerja sama ini sebenarnya sudah pernah berjalan hingga 2024. Setelah masa perjanjiannya berakhir, kini kami bersama pemerintah daerah dan Bank Papua sedang mendorong agar program ini dapat kembali dilaksanakan sehingga penjaminan kredit UMKM bisa berjalan lagi,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam skema tersebut pihak bank tetap melakukan proses analisis kelayakan debitur, sementara PT Jamkrida Papua berperan sebagai lembaga penjamin kredit. Selain memperkuat bisnis penjaminan, perusahaan juga berencana membuka kantor layanan di sejumlah wilayah untuk meningkatkan pelayanan dan memperkuat daya saing. Namun, rencana ekspansi tersebut masih menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah daerah.
Meski menghadapi sejumlah tantangan, Desty menegaskan manajemen tetap yakin mampu mempertahankan kinerja positif hingga akhir tahun. “Optimisme kami tetap terjaga karena sistem perusahaan sudah kuat, SDM terus berkembang, dan seluruh tim memiliki komitmen untuk mencapai target yang telah ditetapkan,” tutupnya.
