BTM Tekankan Kongres PSSI Papua Harus Bebas dari Politik Uang
Jayapura,- Menjelang pelaksanaan Kongres Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Papua yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026, sejumlah kandidat mulai mengambil formulir pendaftaran untuk maju sebagai calon ketua.
Ketua Asprov PSSI Papua, Benhur Tomi Mano, memberikan pesan tegas kepada para kandidat agar mengedepankan transparansi dan independensi dalam proses pemilihan.
“Saya sarankan kepada para kandidat untuk menghindari politik uang. Proses ini harus berjalan sesuai regulasi,” ujar BTM kepada pers disela-sela Dialog mencari pemimpin baru arah masa depan PSSI Papua, Senin kemarin.
Ia menjelaskan, dalam persiapan kongres, pihaknya telah membentuk dua perangkat penting, yakni Komisi Pemilihan dan Komisi Banding, guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Menurutnya, Pada Kongres Biasa PSSI Papua beberapa waktu lalu telah menetapkan dua agenda utama. Pertama, penetapan statuta terbaru yang mengacu pada regulasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia. Kedua penetapan Komisi Pemilihan serta Komisi Banding sebagai bagian dari tahapan menuju Kongres Pemilihan Ketua PSSI Papua yang direncanakan digelar pada 20 Juli 2026.
BTM menegaskan, seluruh proses harus mengacu pada statuta PSSI, sehingga tidak membuka ruang bagi intervensi maupun praktik yang melanggar aturan.
“Tidak ada dukungan atau rekomendasi dari Ketua PSSI maupun Menpora untuk mengusung atau memenangkan seseorang. Itu tidak diatur dalam regulasi PSSI,” tegasnya.
Ia juga berharap proses pemilihan berjalan jujur tanpa manipulasi, serta memberikan kebebasan kepada para pemilik suara, seperti klub Liga 1, Liga 2, Liga 3, Liga 4, asosiasi kabupaten/kota, serta asosiasi sepak bola wanita dan futsal, untuk memilih berdasarkan hati nurani.
“Saya harapkan pemilik hak suara harus melihat figur yang benar-benar mampu membangun sepak bola di Papua,” katanya.
BTM menambahkan, selama masa kepemimpinannya, ia fokus utama adalah pembinaan usia dini dan pengembangan sepak bola amatir, termasuk peningkatan kualitas wasit dan klub melalui berbagai pelatihan.
“Saya pesan kepada ketua terpilih nanti untuk program kerjanya fokus pada pelatihan wasit dan pelatih, pembinaan sepak bola sejak usia dini, termasuk kelompok putri. Para pemain-pemain muda menjadi aset masa depan memajukan sepak bola Papua, itu yang terus kita bina bersama,” pungkasnya.
