Alberth Merauje Ajak Elemen Bangsa Berikan Perlindungan Nyata Kepada Anak 

Jayapura, – Di momen peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tahun 2026, Anggota DPR Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM, mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 ini sebagai momentum untuk memberikan perlindungan nyata kepada anak sejak masih berada dalam kandungan hingga berusia 17 tahun.

Alberth Merauje yang juga sebagai Wakil Ketua Fraksi NasDem DPR Papua itu menegaskan, berbicara tentang anak tidak hanya dimulai sejak lahir, tetapi sejak masa kehamilan atau 1.000 hari pertama kehidupan yang menjadi fondasi tumbuh kembang anak.

“Kalau bicara soal anak, ini kan kita tidak bicara waktu lahir. Tapi anak itu kita bicara dari dalam kandungan, sejak proses 1.000 hari, sembilan bulan di dalam kandungan. Kalau kita mau bicara anak, kita harus mulai berbicara dari bagaimana masa depan bangsa, masa depan anak dalam kandungan, setelah itu dia lahir dari satu hari sampai disebut anak itu sesuai undang-undang, sampai umur 17 tahun,” ujar Alberth kepada media di Jayapura, Kamis, 23 Juli 2026.

Lanjut dikatakan, tema Hari Anak Nasional tahun ini, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan Bangsa”, harus diwujudkan melalui kebijakan yang benar-benar berpihak kepada anak.

Bahkan, Alberth yang merupakan salah satu Tokoh intelektual dan tokoh adat Port Numbay l, tapi juga sebagai guru Sekolah Minggu sejak 1984, mengaku melihat langsung perkembangan anak-anak dari waktu ke waktu.

Untuk itu ia meminta negara harus memberi perhatian khusus terhadap pemenuhan hak anak, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga pembinaan karakter.

“Negara harus hadir. Mulai ibu hamil diberikan makanan tambahan, setelah anak lahir diberikan makanan bergizi atau susu berprotein tinggi. Saat masuk pendidikan, sarana dan prasarana juga harus disiapkan. Dari situlah kita mempersiapkan generasi emas Papua,”kata Alberth Merauje.

Menurutnya, masih banyak persoalan yang dihadapi anak-anak di Papua. Mulai dari fasilitas pendidikan yang terbatas, anak usia sekolah yang tidak bersekolah, layanan kesehatan yang belum maksimal, hingga minimnya ruang bermain yang aman.

“Ruang anak, ruang bermain juga sangat terbatas. Negara tidak mempersiapkan ruang bagi mereka untuk beraktivitas dan berkreasi. Akibatnya anak bertumbuh dengan bebas tanpa pembinaan yang baik,”ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyoroti masih tingginya angka stunting yang menurutnya berawal dari kurangnya perhatian terhadap ibu hamil dan anak sejak dalam kandungan.

“Kalau kita bicara sayang anak, kita harus memperhatikan jasmani, rohani, kembang tumbuh, makanan, semuanya. Kalau bicara lindungi anak, maka kesehatan, pendidikan dan kebutuhan mereka harus dijamin negara,” tegas Politisi Partai NasDem itu.

Dengan demikian, ia juga mengingatkan masih adanya anak-anak yang menjadi korban kekerasan maupun eksploitasi ekonomi.

“Banyak anak yang seharusnya sekolah justru bekerja. Di Kota Jayapura kita masih melihat anak-anak menjaga parkiran karena keterbatasan ekonomi keluarga. Padahal mereka seharusnya mendapatkan perlindungan,”kata Alberth dengan nada prehatin.

Untuk mencegah kekerasan terhadap anak, Alberth mengingatkan pemerintah harus memperkuat komitmen melalui kebijakan dan anggaran.

“Program sebagus apa pun tidak akan berjalan kalau tidak ditopang anggaran. Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota harus menyiapkan dana khusus untuk pembinaan dan perlindungan anak,”tandasnya.

Pada ungkapnya, perlindungan anak sebenarnya telah memiliki dasar hukum yang jelas melalui Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Hanya saja kata Alberth, implementasi di lapangan masih perlu diperkuat agar seluruh anak benar-benar memperoleh hak atas kesehatan, pendidikan, perlindungan dari kekerasan, serta tumbuh kembang yang layak.

Oleh karena itu ia mengusulkan agar pemerintah membentuk Dinas Anak yang secara khusus menangani seluruh urusan anak.

“Kalau Dinas Pemuda dan Olahraga ada, mungkin harus ada Dinas Anak. Dinas ini khusus mengurus anak usia satu hari sampai 17 tahun, memiliki data yang lengkap sehingga program perlindungan anak bisa berjalan dengan baik,” tekannya.

Diakhir wawancara, legislator Papua itu mengajak para orang tua untuk mengutamakan kepentingan anak dalam keluarga.

Alberth menambahkan, sebagai orang tua harus bersyukur karena Tuhan menganugerahkan anak. Kita harus lindungi mereka, prioritaskan mereka. Biar orang tua tidak makan, anak yang makan. Orang tua tidak sekolah, tetapi anak harus mendapat pendidikan yang baik.

“Anak adalah generasi emas keluarga dan generasi emas bangsa. Kalau anak diurus dengan baik, maka masa depan keluarga dan bangsa juga akan menjadi baik,”tutupnya.. (Tiara).

Related posts

Mantapkan Startegi, BMD – DIPO Kembali Resmikan Posko Pemenangan di Wilayah Japut

Bams

Yuk Kenali Teknologi ABS pada Motor Honda

Fani

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Waena

Fani

‎Kapolresta Jayapura Minta Kasat Reskrim Baru Segera Bedah Permasalahan Hukum

Fani

Polsek Muara Tami Serahkan Dua Tersangka Kasus Pencurian Ke Kejaksaan

Bams

Abisai Rollo Kembali Pimpin Golkar Kota Jayapura

Bams

Leave a Comment