Air Mata dan Kericuhan di Stadion Lukas Enembe

Jayapura,- Laga penentuan nasib di Stadion Lukas Enembe, berakhir pahit bagi tuan rumah Persipura Jayapura. Wasit asal Uzbekistan, Asker Nadjafaliev, meniup peluit panjang tanda pertandingan usai, yang langsung disambut tangis para pemain dan pecahnya kericuhan di dalam maupun luar stadion.

Persipura Jayapura harus mengubur mimpi kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah takluk 0-1 dari Adhyaksa FC pada babak play-off promosi Liga 1, Jumat sore.

Kekalahan ini terasa begitu menyakitkan, mengingat dukungan besar dari puluhan ribu suporter yang memadati stadion.

Sejak awal pertandingan, sekitar 34 ribu lebih pendukung Persipura sudah menunjukkan kekecewaan terhadap kepemimpinan wasit.

Ketegangan di tribun kian memuncak seiring sejumlah keputusan yang dinilai merugikan tuan rumah.

Aksi pelemparan ke arah lapangan pun tak terhindarkan, terutama saat pemain lawan dianggap sengaja mengulur waktu.

Kontroversi juga muncul terkait penggunaan VAR. Beberapa insiden di area terlarang tim lawan tidak ditinjau, sementara pelanggaran yang dilakukan pemain Persipura justru diperiksa melalui VAR. Kondisi ini memicu protes keras dari para pemain di lapangan.

Usai pertandingan, suasana duka menyelimuti skuad Persipura. Para pemain tampak terpukul, saling berpelukan dan mencoba menguatkan satu sama lain di tengah lapangan.

Di sisi lain, pemain Adhyaksa FC merayakan kemenangan dan keberhasilan mereka meraih tiket promosi.

Namun, kekecewaan sebagian suporter berubah menjadi aksi yang merugikan.

Kericuhan pecah di sejumlah titik, termasuk di area luar stadion. Dari pantauan di lapangan, beberapa kendaraan roda empat yang terparkir di sekitar pintu keluar stadion dilaporkan terbakar.

Selain itu, sejumlah kendaraan roda dua milik masyarakat juga dilaporkan hilang. Belum ada keterangan resmi terkait jumlah kerugian maupun kronologi pasti kejadian tersebut.

Pasca insiden ini, sanksi berpotensi menanti Persipura. Opsi hukuman yang mungkin dijatuhkan antara lain pertandingan tanpa penonton hingga kewajiban bermain di luar Papua pada kompetisi Liga 2 mendatang.

Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi Persipura Jayapura. Selain gagal promosi, mereka juga harus menghadapi konsekuensi dari kericuhan yang mencoreng laga penting tersebut.

Related posts

IH Bawa 3,9 Kg Ganja di Koper, Terancam Penjara 20 Tahun

Fani

Diduga Ada Indikasi Pengalihan Suara di Sarmi, Caleg Gerindra Bakal Lapor Ke Bawaslu

Bams

HUT ke-63, BTM: Persipura Adalah Harga Diri Orang Papua

Bams

Pernah Jadi Guru, Tokoh Amungme Emanuel Kemong : Pembangunan Mimika Harus dimulai dari Dunia Pendidikan

Fani

Freeport Peringati Bulan K3 Nasional dengan Seruan Keselamatan di Tiga Lokasi Kerja

Bams

Satgas JPH Papua Perkuat Pengawasan Produk Nonhalal di Lima Titik Retail

Fani

Leave a Comment