Jual Durian Viral, Lapak Adinda Tak Pernah Sepi Pembeli

MERAUKE-Bisnis berjualan buah-buahan menjadi salah satu pilihan usaha yang cukup menjanjikan di Kabupaten Merauke Papua Selatan. Pasalnya semakin banyak buah yang masuk ke daerah ini dan mampu memenuhi selera pecinta buah di kalangan masyarakat. Tidak hanya buah-buahan lokal tetapi juga yang berasal dari luar dengan kualitas impor terbaik.

Lapak Adinda saah satunya, dikelola oleh Hania Sada dan telah dikenal sebagai pedagang buah-buahan dengan kualitas yang tidak perlu diragukan lagi. Selain buah-buahan lokal, ia juga menjual berbagai buah impor yang laris manis diserbu pelanggan.

Yang mencuri perhatian saat ini adalah larisnya buah durian yang selalu ia jual ketika musim durian tiba. Bahkan lapaknya menjadi sangat viral karena diketahui masyarakat luas lewat berbagai unggahan di media sosial bahkan ketika ia live saat berjualan. Gaya marketing yang tepat menjadi salah satu daya tarik ditambah komunikasi yang baik dengan pelanggan membuat lapaknya tidak pernah sepi pembeli.

Tidak hanya menjual durian Mindip, ia juga menjual durian Montong yang ternyata ramai peminat. Sejak buka hingga menjelang tutup lapak, wanita berhijab ini sering terlihat masih sibuk melayani pembeli yang datang tanpa henti. Tidak hanya melayani eceran, ia juga melayani dalam jumlah partai bahkan pengiriman keluar Merauke.

Pasalnya, pelanggannya tersebar hingga luar daerah sehingga tidak heran jika lapaknya semakin laris manis. “Dua bulan lebih saya sudah menjual durian Mindip, sejak awal musim saya sudah jualan. Harga bervariasi dari 100.000 untuk 5 durian dan yang paling mahal 80 ribu perbuah. Lapak mulai dibuka sejak subuh hingga tengah malam karena sekitar jam 12 malam sering masih ada pembeli,”terangnya kepada Pasific Pos, Kamis (23/7).

Untuk pengiriman keluar Merauke juga tidak tanggung-tanggung, ia bisa melayani hingga ribuan buah saking larisnya. Dalam hal ini untuk pengiriman ke Jayapura dan Wamena. Ia bersyukur dengan berjualan durian omsetnya meningkat cukup signifikan karena penggemar durian Mindip memang cukup banyak.

Begitu pula untuk durian Montong yang ia datangkan dari Palu Sulawesi Tengah, tidak kalah dengan yang lokal. “Kaget juga sih, karena harganya tidak murah tapi banyak yang beli. Alhamdulillah, disyukuri saja karena ternyata pecinta durian di Merauke cukup banyak. Senang rasanya ketika banyak pelanggan yang mengatakan bahwa durian saya durian viral. Sepertinya promosi lewat media sosial yang gencar saya lakukan cukup berhasil,”tambahnya.

Ia menilai, peluang usaha di bidang buah-buahan sangat besar di Merauke karena semakin banyak yang gemar makan buah. Terutama ketika musim durian tiba, tentunya mampu menambah penghasilan. Ia berharap dapat membuka kontainer buah suatu saat nanti agar buah-buahan lebih murah dan semakin banyak pilihan.

La Affan, seorang mahasiswa juga turut kecipratan rezeki di musim durian ini. Pasalnya ia ikut membantu Hania berjualan karena ramainya pembeli. Penghasilan yang diperoleh ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari juga kuliah mengingat ia merupakan mahasiswa semester akhir yang tengah fokus menyelesaikan skripsi.

“Ini rezeki saya, bersyukur sekali bisa dipekerjakan di Lapak Adinda selama musim durian. Momen ini juga menjadi pengalaman berharga bagi saya karena menambah wawasan dalam hal bisnis dan bisa bertemu dengan banyak orang. Kebetulan saya banyak waktu kosong karena sudah tidak ada mata kuliah sehingga bisa lebih fokus menjual,’terang mahasiswa Unmus jurusan pertanian ini.

Hal senada juga disampaikan oleh Aldi atau yang akrab disapa Daeng Aldi. Menjadi bagian dari usaha saudaranya ini membuat ia semakin bersemangat untuk melariskan dagangan. Ada rasa bahagia tersendiri ketika melihat pembeli yang datang terus bertambah sehingga ia berupaya untuk melayani dengan baik.

“Jika ada yang rusak atau kurang bagus langsung kita ganti saat itu juga sehingga durian yang dibeli pelanggan benar-benar berkualitas. Saya senang bisa ikut membantu saudara saya berjualan karena hasilnya lumayan. Semoga usaha ini semakin sukses sehingga bisa terus melayani para pecinta durian di Merauke,”harap Aldi.(Iis)

Related posts

Menag Berikan Rp100 Juta, Dukung Gerakan Wakaf Uang Kementerian Agama

Fani

Pegadaian Area Jayapura Target Naik Kelas

Fani

Kolaborasi Lintas Instansi, PLN Kebut Pemulihan Kelistrikan Aceh

Fani

Kolaborasi Telin dan MEF Percepat Transformasi Digital di Indonesia

Fani

Boyong 4 Penghargaan, Telkom Raih Pemberdayaan UKM dan Fasilitator Rumah BUMN

Fani

PLN UIP MPA Pastikan Langkah Strategis Menuju Pembangunan Energi Bersih Berkelanjutan

Fani

Leave a Comment