Aisyiyah Papsel Sosialisasikan Pencegahan Stunting Kepada Para Ibu Di Kota Merauke
MERAUKE-Pimpinan Wilayah Aisyiyah Provinsi Papua Selatan menggelar sosialisasi pencegahan stunting kepada sejumlah ibu-ibu di Kota Merauke, Sabtu (18/7) bertempat di TK Baitul Arqam.
Adapun tema sosialisasi “Cegah stunting, wujudkan generasi sehat, cerdas dan berakhlaq mulia”. Sosialisasi tersebut menghadirkan pemateri, Titik Kartiningsih selaku Sekretaris Majelis Kesehatan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Provinsi Papua Selatan.
Selain sosialisasi juga digelar kegiatan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-42 yang jatuh pada 23 Juli mendatang. Tema utama yang diusung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tahun ini adalah “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Rangkaian kegiatan dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di ujung timur selatan Papua.
Sejumlah poin penting disampaikan kepada peserta sosialisasi, di antaranya tentang pengertian sunting dan apa saja penyebabnya. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Anak stunting memiliki tinggi badan jauh di bawah standar kurva pertumbuhan WHO dan berisiko mengalami gangguan perkembangan otak serta penurunan kemampuan belajar.
Penyebab stunting tidak hanya masalah genetik atau keturunan, tetapi juga dipengaruhi kurangnya asupan gizi. Terjadi sejak bayi dalam kandungan (ibu kekurangan nutrisi) hingga dua tahun pertama usia anak. Lalu pengasuhan yang kurang baik, kurangnya pengetahuan orang tua tentang gizi, seperti tidak memberikan ASI eksklusif atau MPASI yang tidak tepat.
Faktor lingkungan: Kurangnya akses air bersih dan sanitasi buruk yang memicu infeksi berulang (seperti diare atau cacingan), sehingga mengganggu penyerapan nutrisi. Dampak stunting bersifat jangka pendek dan jangka panjang dan sangat memengaruhi kualitas hidup anak.
Upaya penanganan difokuskan pada 1.000 hari pertama kehidupan, yang dimulai sejak pembuahan hingga anak berusia 2 tahun. Pencegahan dapat dilakukan melalui pemenuhan nutrisi ibu hamil, memenuhi kebutuhan zat besi, asam folat dan nutrisi penting lainnya selama kehamilan.
Memberikan ASI hingga usia 6 bulan, dilanjutkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang kaya protein hewani. Memantau tumbuh kembang anak secara berkala di fasilitas kesehatan atau Posyandu, penerapan prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga kebersihan lingkungan, mencuci tangan dan menggunakan sanitasi yang baik
Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Provinsi Papua Selatan, Rini Lestari menyampaikan bahwa hak-hak anak harus terpenuhi termasuk hak mendapatkan kesehatan dan. pendidikan. Pada sosialisasi kali ini, para ibu diberikan pemahaman seputar stunting agar anak terhindar dari bahaya yang ditimbulkan. Pihaknya mengemas kegiatan yang membidik sasaran para ibu dan buah hati dalam satu momen.
“Jadi ibunya fokus menerima materi, anaknya juga asyik bermain sambil belajar di ruangan terpisah. Anak-anak juga bermain di halaman luar dengan memanfaatkan fasilitas permainan yang tersedia. Kegiatan ini kita laksanakan dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional 2026 di mana Aisyiyah menyesuaikan dengan tema yang diusung, ” terangnya.
Ia berharap wawasan para ibu semakin terbuka dalam mencegah terjadinya stunting pada anak. Rini menegaskan, Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah Aisyiyah terus berupaya memberdayakan kaum perempuan agar lebih maju termasuk perempuan Papua.
Untuk itu pada sosialisasi kali ini mereka juga dilibatkan untuk mendapat ilmu dan pengetahuan. Dengan semakin berdaya maka perempuan Papua akan lebih maksimal dalam menjalankan peran di dalam keluarga. Baik peran sebagai seorang ibu maupun sebagai seorang istri bagi suami. Perempuan Papua juga dapat mengambil peran di luar rumah guna membantu sang suami meningkatkan perekonomian keluarga.
Sekedar diketahui, anak-anak yang turut dibawa orang tuanya dalam kegiatan tersebut mendapatkan vitamin dari Aisyiyah dan bingkisan. Sementara ibunya mengikuti sosialisasi, anak mereka diberikan ruang untuk bermain dan belajar. Peserta sosialisasi yang aktif bertanya maupun menjawab pertanyaan juga mendapat hadiah door prize menarik.(iis)
