Korban Terjatuh Di Sungai Maro Ditemukan Meninggal Dunia
MERAUKE – Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap korban Kondisi Membahayakan Manusia (KMM), Abdul Rozaq (29), resmi ditutup setelah tim gabungan menemukan korban berdasarkan laporan warga, Kamis (9/7) dalam kondisi meninggal dunia. Seperti yang diketahui, korban yang dilaporkan hilang sejak Senin lalu itu diduga terjatuh dari dermaga saat hendak ke toilet.
Kasieops Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Matheus Amba Rura, S.H menjelaskan, rangkaian operasi pencarian hari ini dimulai sejak pukul 06.00 WIT. Tim SAR gabungan membagi kekuatan menjadi 3 Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 menggunakan RIB, SRU 2 mengendarai Speed Boat, dan SRU 3 menggunakan perahu Klkaret untuk menyisir area hulu dan hilir Sungai Maro secara paralel di bawah kondisi cuaca cerah berawan. Hingga siang hari pukul 12.00 WIT, penyisiran yang dilakukan oleh ketiga SRU sempat terhenti untuk beristirahat dengan hasil sementara yang masih nihil.
Titik terang didapatkan pada pukul 12.50 WIT ketika Tim SAR gabungan menerima informasi penting dari masyarakat setempat mengenai adanya penemuan jasad yang diduga kuat merupakan korban.
Merespons laporan tersebut, tim bergerak cepat menuju lokasi. Tepat pada pukul 13.45 WIT, tim SAR gabungan tiba di lokasi dan memastikan kebenaran identitas korban pada jarak 9,95 kilometer dari lokasi awal kejadian ke arah hulu sungai Maro
Selanjutnya, jasad korban segera dievakuasi oleh petugas menuju rumah sakit terdekat sebelum diserah terimakan secara resmi kepada pihak keluarga. Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Unsur potensi SAR yang terlibat yakni tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, KODAERAL XI Merauke, SATROL KODAERAL XI Merauke, POLAIR Merauke, BAKAMLA Merauke, ABK KM Lyly 03 dan warga setempat.(Iis)
