Pengurus KONI Papua Masa Bakti 2026-2030 Resmi Dilantik
Jayapura,- Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman, secara resmi mengukuhkan dan melantik Pengurus KONI Provinsi Papua Masa Bakti 2026-2030, Jumat (5/6/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Matius D Fakhiri resmi menjabat sebagai Ketua Umum KONI Provinsi Papua setelah terpilih melalui Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Papua.
Acara pelantikan turut dihadiri Wakil Ketua KONI Pusat Sudarmo, jajaran pengurus KONI Pusat, Forkopimda Papua, serta pengurus Koni Kabupaten/kota dan cabang olahraga se-Papua.
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menegaskan bahwa pembinaan olahraga usia dini harus menjadi prioritas utama dalam membangun prestasi olahraga Papua ke depan. Ia optimistis Papua akan kembali melahirkan atlet-atlet yang mampu tampil pada ajang internasional seperti Asian Games 2026 dan Olimpiade Los Angeles 2028.
“Saya berharap pada Asian Games 2026 nanti ada atlet Papua yang ikut berprestasi, bahkan pada Olimpiade 2028 di Los Angeles juga ada atlet Papua yang tampil membela Indonesia. Papua punya sejarah besar dalam olahraga nasional,” ujar Marciano Norman.
Ia mengingatkan bahwa Papua pernah melahirkan atlet angkat besi legendaris, almarhum Lisa Rumbewas, yang sukses menyumbangkan medali bagi Indonesia pada Olimpiade Sydney. Menurutnya, prestasi tersebut harus menjadi motivasi bagi pengurus KONI Papua untuk kembali melahirkan atlet-atlet berprestasi dunia.
Marciano juga meminta seluruh cabang olahraga di Papua memprioritaskan pembinaan pada cabang unggulan yang berpotensi mengangkat prestasi Papua di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028.
“Papua pernah meraih peringkat empat pada PON 2021. Kalau saat itu bisa, maka ke depan juga harus bisa kembali meraih prestasi yang lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Papua, Matius D Fakhiri, mengatakan Papua memiliki sejarah panjang dalam dunia olahraga Indonesia. Menurutnya, Papua telah melahirkan banyak atlet hebat yang mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.
Ia juga mengingatkan keberhasilan Papua saat menjadi tuan rumah PON XX tahun 2021 yang membuktikan Papua mampu menyelenggarakan ajang olahraga nasional dengan standar terbaik.
“Papua bukan daerah pinggiran. Papua adalah panggung besar yang mampu menyelenggarakan perhelatan olahraga nasional dengan penuh kebanggaan dan kehormatan,” ujarnya.
Matius menegaskan kepengurusan KONI Papua periode 2026-2030 akan fokus pada kebangkitan pembinaan atlet, peningkatan prestasi, penguatan organisasi, serta pengembangan olahraga hingga ke pelosok Papua.
Menurutnya, KONI Papua harus menjadi rumah besar bagi seluruh cabang olahraga dengan menghadirkan pembinaan, harapan, dan prestasi bagi atlet-atlet muda Papua.
“Kita akan memperkuat pembinaan atlet usia dini, membangun sistem pencarian bakat hingga ke kampung-kampung, meningkatkan kualitas pelatih, sport science, dan manajemen organisasi yang lebih baik,” katanya.
Ia menambahkan, olahraga bukan hanya soal meraih medali, tetapi juga investasi dalam membangun karakter, disiplin, persaudaraan, dan kebanggaan daerah.
Karena itu, KONI Papua akan membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, dunia pendidikan, BUMN, sektor swasta, dan seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama membangun kejayaan olahraga Papua.
Matius mengajak seluruh keluarga besar olahraga Papua meninggalkan perbedaan dan bersatu demi mengembalikan kejayaan olahraga Papua di tingkat nasional maupun internasional.
“Papua tidak pernah kehilangan semangat juaranya. Dari Tanah Papua, kita akan terus melahirkan atlet-atlet yang membanggakan bangsa dan negara,” tutupnya.
