Logistik Pelabuhan Papua Fluktuatif pada Maret 2026
Jayapura – Volume aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan wilayah Papua pada Maret 2026 menunjukkan dinamika yang bervariasi.
Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, Emi Puspitarini menjelaskan, untuk kegiatan muat barang, tercatat sebesar 27.028 ton, atau turun 12,12 persen dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 30.756 ton.
“Penurunan terdalam volume muat barang terjadi di Pelabuhan Kasonaweja yang anjlok hingga 50,00 persen,” ungkapnya, Senin, 4 Mei 2026.
Namun, sejumlah pelabuhan masih mencatat peningkatan, dengan lonjakan tertinggi terjadi di Pelabuhan Jayapura yang naik signifikan sebesar 72,55 persen.
Dia menambahkan, secara kumulatif, volume muat barang di pelabuhan Papua selama Januari hingga Maret 2026 mencapai 74.478 ton.
Angka ini meningkat 37,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar 54.221 ton.
Peningkatan tertinggi terjadi di Pelabuhan Sarmi dengan kenaikan sangat tajam sebesar 252,83 persen dan volume kumulatif mencapai 14.726 ton.
Sebaliknya, penurunan terdalam tercatat di Pelabuhan Biak yang turun 33,30 persen dengan volume 6.320 ton.
Sementara itu, untuk aktivitas bongkar barang, pada Maret 2026 tercatat sebesar 94.759 ton atau meningkat 7,70 persen dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 87.986 ton.
Peningkatan tertinggi volume bongkar terjadi di Pelabuhan Jayapura dengan kenaikan 45,68 persen. Adapun penurunan terdalam terjadi di Pelabuhan Serui yang turun cukup tajam sebesar 63,09 persen.
Secara kumulatif, volume bongkar barang di pelabuhan wilayah Papua selama Januari hingga Maret 2026 mencapai 262.781 ton, atau naik 7,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar 244.575 ton.
Peningkatan tertinggi terjadi di Pelabuhan Biak dengan pertumbuhan 33,71 persen dan volume 25.074 ton. Sementara itu, penurunan kumulatif terdalam tercatat di Pelabuhan Sarmi sebesar 10,69 persen dengan volume 560 ton.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa aktivitas logistik melalui pelabuhan di Papua masih cukup aktif, dengan tren peningkatan pada kegiatan bongkar barang meski volume muat barang mengalami penurunan secara bulanan.
