Gubernur Apolo Minta Pelaku Pendidikan Tingkatkan Pelayanan
MERAUKE- Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo mengajak para pelaku pendidikan memanfaatkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sebagai momentum untuk meningkatkan seluruh pelayanan. Terutama di empat bidang pendidikan, mulai dari perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, media-media pembelajaran, teknologi pembelajaran, kurikulum, metode pembelajaran, perbaikan kualitas tenaga pengajar dan kualitas pelayanan.
Para pelaku pendidikan harus tetap melaksanakan tugas dan pengabdian yang tinggi, dedikasi yang tinggi. Pembangunan yang kita laksanakan di bidang pendidikan meliputi empat unsur,”kata Apolo pada pacara peringatan Hardiknas, Sabtu (2/5). Ia menegaskan, keterampilan harus terus dibutuhkan dalam menghadapi perkembangan zaman.
“Walaupun kita memiliki sarana dan prasarana yang lengkap, media pembelajaran yang canggih, kualitas sumber daya pendidikan yang tinggi tapi kalau pelayanan kita kurang baik, maka hasil yang kita peroleh pada peserta didik kita tidak akan maksimal. Semoga melalui momentum Hardiknas ini kita terus meningkatkan pengabdian dan meningkatkan pelayanan kita dalam menghadirkan sumber daya manusia berkualitas di wilayah Provinsi Papua Selatan,”tukasnya.
Ia juga mengemukakan bahwa tiga unsur pendidikan harus diterapkan dalam setiap mata pelajaran dan mata kuliah yang diajarkan kepada peserta didik. Ia menjelaskan, sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional bahwa tujuan pendidikan yang dilaksanakan sebenarnya hanya satu yaitu ingin menciptakan dan menghadirkan insan manusia Indonesia yang seutuhnya.
Insan manusia yang utuh harus memiliki tiga unsur. Unsur pertama yang harus dimiliki oleh peserta didik adalah budi pekerti, karakter yang memuat nilai-nilai kemanusiaan universal. Unsur kedua yang harus dimiliki peserta didik yakni pengetahuan dan teknologi yang diajarkan melalui satuan pendidikan dari tingkat dasar, tingkat menengah sampai perguruan tinggi yang disebut sebagai aspek pengetahuan atau knowledge education.
Selanjutnya yaitu pendidikan ketrampilan/life skill. Para pelaku pendidikan, dalam kurikulum yang diajarkan disemua satuan pendidikan mulai dari tingkat dasar sampai tingkat menengah dan pendidikan tinggi, semua mata pelajaran, mata kuliah harus ada ketiga unsur tersebut.
“Anak-anak kita harus di didik menjadi pribadi yang berlaku jujur, adil, disiplin, menghargai orang lain, menghormati orang lain dan nilai-nilai kemanusiaan universal lainnya yang disebut value education atau pendidikan nilai. Jangan sampai mata pelajaran atau mata kuliah yang kita ajarkan tidak memiliki ketiga unsur itu,”terangnya.
Apolo mengatakan, kalau anak-anak mempunyai ilmu pengetahuan, teknologi dan keterampilan yang tinggi, tetapi mereka tidak berlaku adil, tidak disiplin, tidak menghargai orang lain dan tidak memiliki budi pekerti yang baik maka anak-anak itu bukanlah manusia yang utuh.
“Demikian sebaliknya, kalau anak-anak memiliki kejujuran, bisa berlaku adil, disiplin, berkarakter yang baik, berbudi pekerti yang baik tetapi tidak memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan, maka mereka juga bukan manusia yang utuh. Oleh karena itu, dalam mendesain kurikulum pembelajaran, ketiga unsur tersebut harus tercermin dalam setiap mata pelajaran, mulai dari satuan pendidikan dasar sampai perguruan tinggi.(Iis)
