Eflin Meiswanti, Mahasiswa Kreatif Yang Punya Penghasilan Sendiri Dengan Berjualan Kuliner Khas Sumut

MERAUKE-Eflin Meiswanti Butar-Butar menjadi salah satu contoh sosok mahasiswa yang berupaya menghasilkan uang dengan kemampuan sendiri Eflindan juga tekad yang kuat tentunya. Tercatat sebagai mahasiswa Universitas Musamus, gadis berdarah Batak ini mampu membiayai kuliahnya dengan menjual berbagai makanan.

Beragam kuliner pernah dijualnya dan cukup laris, mulai ayam geprek, donat dan aneka cemilan yang kaya rasa. Namun untuk saat ini ia fokus menjual kuliner khas Sumatera Utara yang sudah terkenal dengan kelezatan rasa dan kaya akan rempah. Dua jenis menu yang ia buat, yakni mie gomak dan mie sop Medan.

Seperti yang diketahui mie gomak adalah kuliner khas Sumatera Utara yang dijuluki “Spageti Batak” karena menggunakan mie lidi kuning yang tebal dan lurus. Hidangan ini berciri khas kuah santan atau goreng, dengan bumbu andaliman yang memberikan aroma harum dan sensasi rasa yang unik.

Sedangkan mie sop Medan adalah hidangan mie kuah khas Sumatera Utara yang terkenal dengan kuah kaldu ayam bening berbumbu rempah kuat, gurih, dan wangi. Hidangan ini umumnya terdiri dari campuran mie kuning dan bihun, suwiran ayam kampung, bakso, serta tambahan kerupuk merah, bawang goreng dan sambal khas.

“Mie gomak dan mie sop Medan cocok untuk menu sarapan, makan siang dan makan malam. Di Sumatera Utara menu ini sangat populer dan banyak peminatnya. Oleh sebab itu terbersit ide saya untuk menjual juga di Merauke. Ternyata laris manis dan semakin banyak yang memesan,”terang Eflin kepada Pasific Pos di tempat usahanya, Minggu (12/4).

Eflin memberi nama usahanya Kantin Ers 93 dan beralamat di Spadem tepatnya di samping Mako Lanud J.A.Dimara. Pelanggan dapat membeli secara langsung atau diantarkan karena ia juga melayani delivery. Untuk seporsi mie gomak dan mie sop Medan dibandrol dengan harga 25.000 Rupiah. Tidak hanya lezat, rempah-rempah dalam mie sop juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

Eflin yang mengambil jurusan ekonomi bisnis ini mengaku hanya fokus di dua menu tersebut untuk sementara karena keterbatasan waktu dan tenaga. Pasalnya, ia harus membagi waktu antara kuliah dan usahanya sehingga berjalan seimbang. Dirinya mulai membuat mie gomak sejak masih duduk di semester 1 dan aktif mempromosikan jualannya melalui media sosial juga dari mulut ke mulut.

Untuk menjaga kualitas rasa, beberapa bumbu dan bahan bahkan didatangkan langsung dari kampung halamannya di Sumatera Utara. Pasalnya, terdapat bumbu dan rempah-rempah khas yang tidak tersedia di Merauke. Kalaupun ada, harganya sangat mahal. Ia berharap dapat mengembang usahanya pasca lulus kuliah nanti dengan jenis yang lebih beragam dan merekrut karyawan.(Iis)

Related posts

PLN Salurkan Paket Sembako Kepada Pondok Pesantren Hidayatullah

Bams

Dukung Perempuan Berkarya, PLN UIP MPA Hadirkan Inspirasi Lewat Srikandi Movement 2025

Fani

Jangan Sepelekan! Pentingnya Mengganti Washer Saat Penggantian Oli Mesin Motor Honda

Fani

Kebun Hizbul Wathan Tumbuhkan Literasi dan Kemandirian Siswa

Fani

Ini Cara Aktivasi Paket IM3 dan Tri agar Tetap Terhubung Selama Liburan

Fani

Indosat Perluas Jaringan di Papua, Perkuat Akses Digital Merata di Indonesia Timur

Fani

Leave a Comment