Alberth Merauje Apresiasi Kegiatan SAL Anak Sekolah Minggu di Kampung Enggros
Jayapura,- Wakil Ketua Jemaat GKI Abara Enggros yang juga sebagai Guru Sekolah Minggu tapi juga merupakan tokoh adat dan intelektual Port Numbay, Dr. Ir. Alberth Merauje, A.Md.Tek., S.T., M.T., IPM, memberikan dukungan penuh kepada Jemaat GKI Abara Kampung Enggros, yang menggelar Sekolah Alkitab Liburan (SAL) yang berlangsung sejak 1 hingga 5 April 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati minggu – minggu sengsara menjelang Paskah di Jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) Abara Kampung Enggros, Kota Jayapura – Papua, yang diikuti Anak Sekolah Minggu (ASM)
dari berbagai jenjang usia, mulai dari tingkat PAUD, SLTA sampai dengan tingkat kelas Katekisasi.
Bahkan, selama pelaksanaan SAL, peserta telah mengikuti rangkaian ibadah, pembelajaran firman Tuhan, hingga latihan pujian. Mereka bernyanyi dengan suara merdu yang diiringi gitar akustik, membawakan lagu-lagu pujian yang menggambarkan kasih dan pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib.
Sekedar diketahui, dukungan ini adalah merupakan bagian dari komitmennya dalam pembinaan iman yang telah ia lakukan sejak tahun 1980, ketika mulai melayani sebagai Guru Sekolah Minggu, hingga saat ini di Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua, khususnya di Klasis Port Numbay.
Alberth Merauje yang merupakan anggota DPR Papua dari Partai NasDem mengatakan bahwa SAL merupakan program pembinaan iman yang telah lama dilakukan Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua.
Ia menjelaskan, program ini menjadi bagian dari tugas dan tanggung jawab gereja dalam membina pertumbuhan iman/rohani dan kreativitas Anak Sekolah Minggu, mulai dari jenjang PAUD hingga SLTA, termasuk kelas Katekisasi.
“Dulunya kegiatan ini dikenal dengan nama Camping Paskah, di mana anak-anak tinggal dan bermalam di gereja selama beberapa hari, mengikuti pembelajaran Alkitab hingga pawai obor. Namun, seiring perubahan situasi dan pertimbangan efisiensi anggaran, konsep tersebut kini disesuaikan. Kegiatan lebih ringkas dan dikenal sebagai Sekolah Alkitab Liburan (SAL), di mana anak-anak datang sejak pagi dan kembali ke rumah pada sore hari,”jelas Alberth Merauje kepada media di Pastori Jemaat GKI Abara Enggros, padav Minggu, 5 April 2026.
Apalagi lanjut Legislator Papua dari daerah pemilihan (Dapil) I yang meliputi Abepura, Muara Tami, dan Heram itu, dengan pendalaman materi Alkitab mengenai kesengsaraan Yesus, kegiatan ini semakin lengkap dengan hadirnya 21 mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) GKI I. S. Kijne Jayapura yang turut membantu pelayanan.
Dijelaskannya, para mahasiswa tinggal di pastori dan terlibat dalam berbagai aktivitas, mulai dari memimpin pujian, pembelajaran Alkitab dan Kreativitas hingga sampai dengan Pawai Obor Paskah yang dimulai pukul 03.00 WIT mengelilingi Kampung Enggros dan dilanjutkan dengan ibadah subuh.
“Kehadiran mahasiswa memberi motivasi besar. Apa yang mereka pelajari di bangku kuliah dapat dipraktekkan langsung dalam pelayanan jemaat. Mereka belajar hidup bersama jemaat, menghadapi tantangan jasmani dan rohani, sekaligus memahami makna kesengsaraan Kristus,” ujar Alberth.
Ia menekankan bahwa pembinaan seperti ini sangat penting untuk menyiapkan kader-kader pelayanan gereja.
“Anak sekolah minggu adalah jemaat kecil yang sedang dipersiapkan, mulai dari jenjang PAUD hingga SLTA, termasuk kelas Katekisasi, seluruh proses ini merupakan tahapan pembentukan dasar iman bagi anak dan remaja. Dengan fondasi iman yang kuat serta pengetahuan Alkitab yang baik, mereka diharapkan mampu menata masa depan yang bermanfaat bagi keluarga, gereja, dan masyarakat, sekaligus menjadi generasi berkualitas dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,”terangnya.
Sementara itu, Ketua Panitia SAL, Piter Rumbiak, mengatakan 21 mahasiswa STFT Kijne yang terlibat berasal dari berbagai jurusan teologi dan telah dua kali melayani di Enggros, yakni tahun 2024 dan 2026.
“Kami bersyukur kegiatan SAL tahun ini berjalan baik. Pesan yang kami tekankan kepada anak-anak adalah bahwa dari SAL ini kita belajar tentang kasih Kristus yang menyelamatkan kita, dan belajar untuk saling membantu sesama,” kata Piter.
Untuk itu, Piter Rumbiak menambahkan, SAL bertujuan memperkuat pembinaan iman anak sejak dini sekaligus menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) gereja yang unggul dan berguna bagi Tuhan, keluarga, dan masyarakat.
Diakhir egiatan SAL Jemaat GKI Abara Enggros ini ditutup dengan ibadah Minggu Paskah yang dilaksanakan pada 5 April 2026. (Tiara).
