Fauzun Nihayah Tegaskan, Festival Tunas Bahasa Ibu Bukan Sekedar Kompetisi

MERAUKE,- Wakil Bupati Merauke, Dr. Fauzun Nihayah, S. Hi, MH mengemukakan, Festival Tunas Bahasa Ibu bukan sekedar kompetisi namun yang tidak kalah penting bagaimana melestarikan bahasa ibu sebagai warisan budaya sehingga tetap terjaga dengan baik. Tidak sekedar digunakan sebagai alat komunikasi semata tetapi warisan leluhur yang harus dikembangkan.

“Kita semua tahu, Kabupaten Merauke dengan berbagai budaya dan adat istiadat di dalamnya, masing-masing memiliki ciri khas dan kelebihan yang luar biasa. Festival yang digelar kali ini merupakan bagian komitmen, bagaimana kita dapat terus melestarikan bahasa ibu sebagai warisan budaya. Sebab jika tidak dijaga dengan baik tentu akan menimbulkan persoalan, “tegas wabup saat membuka Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Kabupaten Merauke di gedung Kanol Sai, Rabu (1/10).

Wabup juga menilai, Festival Tunas Bahasa Ibu adalah bagian dari literasi bahasa agar anak-anak tidak melupakan bahasa ibunya sendiri dan memacu semangat. Oleh sebab itu ia berharap pada pelaksanaan tahun-tahun berikutnya peserta yang ikut bisa lebih banyak lagi. Tentunya peran serta satuan pendidikan sangat dibutuhkan demi mensukseskan festival serta membangun semangat anak-anak dalam melestarikan bahasa ibu di Kabupaten Merauke.

Wabup mengapresiasi Festival Tunas Bahasa Ibu dan menyampaikan terimakasih atas kerja sama yang baik dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sehingga festival dapat terlaksana dengan sukses. Pemda juga berkomitmen agar bahasa ibu konsisten diajarkan di sekolah-sekolah sehingga bukan lagi bersifat pelajaran tambahan tetapi pelajaran penting muatan lokal di Kabupaten Merauke.

Sekedar diketahui, Festival Tunas Bahasa Ibu dilaksanakan dengan tujuan melestarikan bahasa daerah khususnya Bahasa Marind agar tidak punah ditelan zaman. Festival diikuti peserta dari tingkat SD, SMP, PKBM dan sanggar seni dengan jumlah total sebanyak 20 satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Merauke. Menariknya, seluruh jenis lomba dikemas dalam bahasa daerah. (iis)

Related posts

Dinyatakan Lulus, 101 Siswa SMP YPK Merauke Diminta Jadi Pribadi Yang Baik

Bams

TNI Bantu Pengamanan dan Beri Layanan Kesehatan Korban Penyerangan OPM

Fani

Kodim 1710/Mimika Gelar Upacara Pembukaan TMMD Reguler ke-124 di Kampung Pigapu

Fani

Berawal Dari Lahan Kosong, Rumah Albertina Ayeri Kini Tuntas Dibangun TMMD Kodim 1709/Yawa

Fani

Tiga Hal Ini Bentuk Dukungan Pemprov Papsel Kepada Perguruan Tinggi 

Bams

Gubernur Papsel Tegaskan Pentingnya Ketahanan Sosial Budaya

Bams

Leave a Comment