Pasific Pos.com
Sosial & Politik

Wakil Ketua I DPR Papua Bantah Gubernur Papua ke Jakarta Karena Corona

Bantah Gubernur Papua ke Jakarta Karena Corona
Waket I DPR Papua, DR. Yunus Wonda, SH MH.

Jayapura – Terkait dengan adanya pemberitaan Gubernur Papua, Lukas Enembe di evakuasi ke Jakarta pada Selasa dini hari, (14/4), sekitar pukul 01.20 WIT, dengan menggunakan pesawat Batik Air lantaran diduga terinfeksi virus vorona atau covid-19, dibantah keras oleh Wakil Ketua I DPR Papua, DR. Yunus Wonda, SH MH

Politisi Partai Demokrat Papua ini menjelaskan, jika keberangkatan Gubernur Papua ke Jakarta pada Selasa dini hari, karena sudah waktunya beliau cek up kondisi kesehatan.

Untuk itu, Yunus Wonda menyampaikan secara tegas kepada publik bahwa gubernur Papua berangkat tadi pagi pukul 01.20 WIT itu bukan karena gubernur kena Covid.

“Bukan sama sekali. Publik jangan beranggapan bahwa beliau kena Covid. Beliau hanya melakukan rutinitas karena sudah jatuh tempo berangkat. Artinya sudah jatuh tempo bapak harus melakukan cek up kondisi kesehatannya. Jadi tidak ada kaitannya dengan covid,” tegas Yunus Wonda.

Untuk itu, ia meminta kepada media dalam menyampaikan berita, mestinya ada data update baru kemudian disajikan atau disampaikan informasi itu ke publik.

“Jadi harus bijak dalam menyampaikan informasi dan harus punya data yang akurat. Pak gubernur itu adalah pejabat publik. Pemimpin di Papua, sehingga kita mesti membuat kalimat yang jangan sampai membuat masyarakat panik,” tandasnya.

Oleh karena itu, Yunus Wonda kembali mengingatkan agar informasi seperti itu tidak terulang lagi, karena akan membuat panik orarg Papua.

” Ini tidak boleh terulang. Bapak gubernur berangkat karena tidak ada kaitannya dengan corona tapi rutinitas waktunya harus cek up kembali. Jadi tidak ada kaitan dengan corona. Jadi kalimat di eksodus itu tidak boleh ada kalimat seperti itu,” tekannya.

Artikel Terkait

Pemprov Papua Kembali Perpanjang Masa Relaksasi Hingga 31 Juli

Tiara

Sempat Jadi Zona Hijau, Merauke dan Supiori Kini Jadi Zona Merah

Bams

Masih Ada Pedagang Yang Tidak Menggunakan Kartu Tanda Pengenal

Fani

Tiga Kabupaten di Papua “Zero” COVID-19

Bams

Pasien Sembuh Covid-19 di Papua Meningkat, Kasus Meninggal jadi 18 orang

Bams

Pemprov Papua Apresiasi Kinerja Tim Covid-19

Bams

Tak Ingin Ada Pembangunan Pabrik Semen di Wamena, Himaja Temui DPR Papua

Tiara

Kadinkes : Pasien Covid Tanpa Gejala Dapat Isolasi Mandiri di Rumah

Fani

DPPAD Papua lakukan Rapid Test COVID-19 bagi ASN

Bams