Wabup Biak: Program Prioritas Harus Masuk Agenda Pembangunan Papua

Jayapura – Wakil Bupati Biak Numfor, Jimmy Carter Rumbarar Kapisa, menyampaikan harapannya agar sejumlah program prioritas dari Kabupaten Biak Numfor mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi Papua dalam pembahasan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) yang akan digelar di Jakarta.

Menurutnya, meskipun seluruh usulan dari kabupaten/kota se-Papua patut diakomodir, terdapat program unggulan Biak yang layak menjadi catatan strategis bagi Bapperida Provinsi Papua, khususnya di sektor perikanan, pariwisata, dan jasa.

“Kami harapkan ada beberapa program yang kami usulkan di Musrenbang ini bisa menjadi catatan atau agenda prinsip bagi Bapperida Provinsi Papua,” ujar Jimmy saat ditemui usai penutupan Musrenbang RKPD dan Otsus Provinsi Papua, Rabu (30/4/2025).

Wabup Jimmy menekankan pentingnya membangun sinergi antar kabupaten di kawasan wilayah adat Saireri untuk mendorong pertumbuhan sektor jasa dan pariwisata.

Menurutnya, kebangkitan sektor ini akan berdampak langsung pada aktivitas transportasi udara di wilayah Biak, khususnya dalam menghidupkan kembali penerbangan reguler.

“Untuk menghidupkan penerbangan di Biak, kita perlu adanya kerjasama dengan kabupaten lain di kawasan Saireri. Pariwisata yang berkembang akan menciptakan kebutuhan akan konektivitas udara,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan rencana Pemerintah Kabupaten Biak Numfor untuk berkoordinasi dengan daerah lain dalam menyusun jadwal festival budaya bersama sebagai daya tarik wisata unggulan. Langkah ini dinilai mampu menjadi pendorong aktivitas penerbangan, termasuk kemungkinan mengaktifkan kembali penerbangan Garuda Indonesia dari Bandara Frans Kaisiepo Biak.

Di sisi lain, Jimmy menyoroti perlunya subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung efisiensi sektor penerbangan. Meski menghadapi keterbatasan anggaran dari pusat, ia mengajak seluruh pihak untuk tetap optimis dan berkomitmen memanfaatkan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Papua, termasuk Biak.

“Kita tidak boleh terbuai oleh efisiensi anggaran. Indonesia, khususnya Papua, adalah daerah yang kaya. Dengan potensi yang ada, Biak bisa menjadi daerah yang seksi untuk investasi dan pariwisata,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, pasca keluarnya PT Freeport dari Papua Tengah, Biak memiliki peluang besar untuk menjadi sentra baru pengelolaan sumber daya alam, asalkan dikelola bersama dengan daerah lain secara kolaboratif.

“Ke depan, kami siap membangun kemitraan antar kabupaten demi kemajuan Papua yang merata dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Related posts

Resmikan Posko Relawan RHP, Mari-Yo: Posko ini Dibentuk Untuk Siapa Saja di Jayapura

Jems

30 Kepala OPD Papua Berstatus Plt

Bams

SPOBNAS Papua Petik Banyak Pelajaran dari Try Out di ASIFA Malang

Bams

Aktivitas Angkutan Laut di Papua Lesu

Fani

Hari Ke-7 Layani Nataru, Transaksi SPKLU PLN Cetak Rekor Tertinggi, Naik Lebih 400 Persen!

Fani

Tahun 2024, Polda Papua Tangani 2.030 Kasus Kecelakaan Lalin

Bams

Leave a Comment