Usut Kebakaran di Paniai yang Menewaskan 11 Orang, Polda Papua Tengah Terjunkan Belasan Personel

Paniai – Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, menurunkan tim yang di pimpin Dirreskrimum dan Dirreskrimsus Polda Papua Tengah untuk membantu penyelidikan kebakaran yang melanda Pasar Bopauda, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, pada Senin, 7 September 2026 dini hari. Peristiwa itu menewaskan 11 orang dan merusak puluhan bangunan.

Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah, Kompol Henry Manurung, mengatakan bahwa Direskrimum Kombes Pol Asep Sayidi Wijaya dan Dirreskrimsus Kombes Pol I Ketut Suarnaya sudah berada di Kabupaten Paniai untuk membantu Polres Paniai melakukan penyelidikan.

“Atas perintah bapak Kapolda, kedua PJU datang ke Paniai untuk membantu proses penyelidikan sehingga penyebab kebakaran dapat segera diketahui,” kata Henry dalam keterangannya, Rabu, 9 September 2026.

Henry menambahkan bahwa selain kedua pejabat tersebut, lima perwira berpangkat Pama dan Pamen serta anggota Reskrim Polda Papua Tengah juga dikirim ke lokasi untuk ikut menyelidiki peristiwa tragis itu.

“Dari olah tempat kejadian perkara sementara, tercatat 48 unit bangunan, kios dan rumah hangus terbakar, dan 148 orang kehilangan tempat tinggal,” jelasnya.

Adapun korban jiwa, lanjut Henry, berjumlah 11 orang, terdiri atas lima dewasa dan enam anak-anak. Korban yang meninggal dunia akibat luka bakar diidentifikasi bernama Najamuddin (70), Wandi (36), Hasyim (30), Rizka Falma (28), istri Hasyim, Herlina (30), istri Wandi, Aska (9), Abie (6), Adit (5), ketiganya anak Wandi dan Ardi (9), Icha (6), Ai Yusuf (2), ketiganya anak Hasyim.

“Saat ini seluruh korban jiwa disemayamkan di RSUD Paniai. Rencana visum akan kita lakukan kepada para korban, namun kita masih menunggu izin dari pihak keluarga,” jelasnya.

Sedangkan untuk 148 korban terdampak kehilangan tempat tinggal, lanjut Henry, kepolisian telah mendirikan posko di halaman Polsek Paniai Timur. Namun banyak korban memilih mengungsi ke rumah keluarga masing-masing.

Henry menegaskan bahwa penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. “Saat ini kami belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Upaya yang kami lakukan antara lain mendatangkan tim DVI dan Labfor dari Pusdokes Polda Papua untuk membantu penyelidikan,” kata Henry.

Dia menjelaskan bahwa penyelidikan difokuskan pada pengumpulan barang bukti dan keterangan saksi.

“Kami fokus mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan saksi-saksi. Sehingga kami belum bisa berandai-andai dalam mengungkap penyebab kebakaran,” ujar Henry.

Henry juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami minta masyarakat menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian dan tidak terpancing kabar yang belum tentu benar. Jika menemukan informasi penting, laporkan kepada aparat agar dapat ditindaklanjuti,” ujar Henry.

Related posts

Kopi Papua Bukukan Transaksi Dagang Senilai Rp1,6 Miliar di Festival Kopi Dunia

Fani

Istri Bupati Mimika Diduga Melakukan Penganiayaan Berat

Fani

DKPP: Papua Paling Terbanyak Laporkan Kasus Pelanggaran Pemilu 2024

Bams

Hari Anak Nasional di Jayapura Pecahkan Rekor MURI

Bams

Ciptakan Senyuman Anak-Anak Papua

Fani

Komisi VII DPR RI Apresiasi Capaian Smelter Freeport Indonesia

Bams

Leave a Comment