Sinergi Lintas Sektor, Cara BI Kendalikan Inflasi di Biak Numfor
Biak Numfor – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Biak Numfor menyelenggarakan acara High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building TPID pada Rabu, 29 Juli 2026.
Kegiatan yang dipimpin oleh Penjabat Sekda Kabupaten Biak Numfor, Zacharias Mailoa merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat sinergi pengendalian inflasi serta meningkatkan kompetensi TPID Kabupaten Biak Numfor.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono, menyampaikan bahwa pengendalian inflasi daerah dapat dicapai melalui sinergi lintas sektoral di daerah.
“Selain itu, pengendalian inflasi perlu terus diperkuat dengan berlandaskan 4K meliputi Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif,” jelas Warsono, Senin, 3 Agustus 2026.
Penjabat Sekda Biak Numfor, Zacharias Mailoa, turut menyampaikan bahwa pengendalian inflasi memerlukan sinergi seluruh pihak melalui penguatan ketahanan pangan, khususnya optimalisasi potensi perikanan dan kelautan.
Untuk menjaga stabilitas harga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat perekonomian daerah.
Mengusung tema “Akselerasi Ketahanan Pangan dan Pengendalian Inflasi Biak Numfor Melalui Mitigasi Iklim, Optimalisasi Anggaran, dan Tata Kelola TPID”, kegiatan ini menghadirkan empat narasumber.
Yaitu, Ditjen Bina pembangunan Daerah Kementrian Dalam Negeri,Badan Pusat Statistik BiakNumfor, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Papua, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Biak Numfor.
Keempat narasumber ini menekankan pentingnya penguatan sinergi antar-instansi dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan melalui pengambilan kebijakan yang berbasis data, antisipasi risiko perubahan iklim terhadap distribusi logistik dan pasokan pangan, optimalisasi penyerapan anggaran daerah.
Serta penguatan tata kelola TPID agar program pengendalian inflasi dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan berkelanjutan.
Kedepan,diharapkansinergi antaraBankIndonesia, pemerintah daerah, dan mitra kerja strategis dapat terus diperkuat untuk menjaga stabilitas inflasi daerah.
