Seminar Keperempuanan Hadirkan Tiga Sosok Perempuan Inspiratif, Ada Wabup Fauzun

MERAUKE – Cinta yang bermartabat adalah cahaya, menguatkan hati dan meneguhkan peran perempuan dalam peradaban. Oleh sebab itu KAMMI Daerah Papua Selatan berkolaborasi dengan PW Salimah Papua Selatan menghadirkan tiga perempuan hebat dan inspiratif sebagai narasumber dalam Seminar Keperempuanan dengan tema “Perempuan dan Makna Cinta yang Bermartabat” pada Rabu (18/2).

Seminar yang berlangsung di auditorium kantor bupati ini merupakan sebuah ruang refleksi dan inspirasi tentang cinta, martabat dan peran perempuan dalam membangun masyarakat yang lebih beradab.

Melalui seminar ini Salimah dan KAMMI mengajak peserta seminar untuk semangat belajar dan berbagi serta menjadikan momentum ini sebagai langkah memperkuat nilai cinta yang bermartabat dalam kehidupan. Adapun ketiga narasumber yang tampil yaitu Wakil Bupati Merauke, Dr. Fauzun Nihayah, SH.I, MH, Aktivis Pendidikan, Aniz Syabilly, S.Pd., M.A dan Nurjannah Abduh, S.Pd selaku Ketua PW Salimah Papua Selatan.

Ketua KAMMI Daerah Papua Selatan, Arham Maulana menyampaikan apresiasi atas kehadiran ketiga narasumber yang merupakan sosok perempuan inspiratif dan memberikan motivasi kepada seluruh peserta. Termasuk Wabup Fauzun yang menurutnya sebagai figur pemimpin yang membanggakan karena dedikasi yang telah ditunjukkan dalam pelayanan publik.

Fauzun dinilai telah menunjukkan aksi nyata kepada masyarakat dan pelayanan publik yang diberikan mampu memberikan dampak positif terutama bagi generasi muda dalam hal keperempuanan dan kepemudaan. Ia berharap Fauzun Nihayah senantiasa menjadi sosok yang menginspirasi dan menjadi kebanggaan seluruh warga Merauke.

“Sejarah telah mencatat bahwa perjalanan panjang bangsa ini tidak terlepas dari peran perempuan yang tidak hanya menjadi pilar keluarga tetapi juga agen perubahan dalam masyarakat,”tegasnya. Fauzun Nihayah dalam materinya menekankan pada ketakwaan antara laki-laki dan perempuan yang membedakan namun untuk posisi, baik perempuan maupun laki-laki adalah sama.

Ia juga menyinggung tentang makna kata Mahabbah yang tidak sekedar berarti mencintai lawan jenis. Tetapi ada sebuah nilai yang harus dimiliki yang pada akhirnya akan menemukan cinta sejati namun tidak menghilangkan roh dari cinta itu. “Bicara persoalan perempuan tentu kita berbicara pada peran kita.

Sesungguhnya apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita sebagai seorang perempuan. Untuk pendidikan akhlak dan agama, perempuan harus banyak terlibat. Stigma bahwa perempuan adalah makhluk yang lemah harus bisa kita patahkan karena peran perempuan sangat luar biasa dalam membangun sebuah keluarga,”tegas Fauzun.

Ia menambahkan, sebagai seorang perempuan tentu lebih banyak bersentuhan dengan anak sehingga perlu memberikan pemahaman kepada anak tentang pentingnya akhlak yang baik. Adapun yang menjadi catatan penting baginya adalah perempuan membangun peradaban dari ruang domestik untuk menuju ruang yang lebih besar yaitu ruang publik.

Dengan demikian perempuan mempunyai akses yang seluas-luasnya dalam peningkatan kapasitas diri. Sedangkan Nurjanah Abduh menyoroti makna dari kata cinta itu sendiri, bisa berarti cinta kepada Allah, cinta kepada Rasul, cinta kepada sesama dan lain sebagainya. Jadi cinta memiliki makna yang cukup universal. Terkait dengan tema yang diusung dalam seminar, ia mengingatkan tentang upaya yang dilakukan agar sebagai perempuan memiliki martabat dan memiliki nilai.

Perempuan mempunyai peran yang sangat penting dalam menebarkan kebaikan. Urutan cinta yang pertama adalah cinta kepada Allah dan Rasul. Bagaimana kekuatan cinta memiliki nilai terhadap Allah sebagai pusat gravitasi. Sebagai hamba Allah, perempuan dan laki-laki beriman harus taat kepada Allah dan Rasul-Nya.

Sementara itu Aniz Syabilly menyampaikan, cinta membuat diri kita berharga. Perempuan identik dengan sesuatu yang berharga. Bagaimana menghargai dirinya dan bagaimana membuat sesuatu bernilai dari inner beauty kita. “Apapun bentuknya kita, baik pendek, tinggi, kurus, gemuk, rambut keriting atau lurus, semua itu kelebihan diri kita yang membedakan kita dengan orang lain,”ungkap Aniz.(Iis)

Related posts

Kerap Jadi Juri Berbagai Lomba, Wilhelmina Sebut Potensi Anak Muda Papsel Luar Biasa

Bams

Solar Disiram ke Ambulans, Aksi Intimidasi di Dekai Digagalkan

Fani

IMPAS Diminta Memajukan Musisi Daerah

Bams

Pantau Langsung Aktivitas Di Pelabuhan, Charles Gomar Soroti Soal Penambahan Armada

Bams

Seorang Pemburu Ditemukan Tak Bernyawa Di Dalam Hutan

Bams

Tingkatkan Kapasitas Pengelolaan Keuangan, BPKAD Tolikara Gelar Bimtek SIPD Seluruh OPD

Bams

Leave a Comment