Gerak Cepat Billy Mambrasar, Sukses Mendorong Lima Rekomendasi Kebijakan Pasca Jadi Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua
MERAUKE-Seperti yang diketahui, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto telah mengangkat Billy Mambrasar sebagai Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua bersama beberapa anggota lainnya yang dilantik langsung oleh beliau pada 8 Oktober 2025 lalu di Istana Negara.
Dalam tugas barunya ini, Billy langsung berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan turun langsung ke berbagai wilayah di Papua. Komite ini bertanggung jawab langsung kepada Presiden untuk mempercepat kemajuan di Papua.
Kembali mendapat kepercayaan penting dari orang nomor satu di negara ini, Billy bergerak cepat, berupaya menjalankan tugasnya dengan seoptimal mungkin seperti yang pernah ia lakukan saat menjadi Staf Khusus Presiden di era Jokowi.
Tidak hanya cerdas dan kreatif, pemuda yang satu ini memiliki segudang ide brilian yang dituangkannya dalam menunjang kelancaran tugas-tugasnya.
Sejumlah daerah di Papua telah ia kunjungi berkenan dengan tugasnya sebagai anggota komite. Kepada Pasific Pos di Cafe Trinity, Jumat (10/7), Billy mengemukakan bahwa beberapa hal penting menjadi fokus perhatiannya dan tersebar di berbagai sektor.
Di antaranya mendorong anggaran revitalisasi rumah sakit Kabupaten Biak pasca rapat khusus dengan Kemenkes, Bappenas, Kemendagri dan kepala daerah. Mendorong peningkatan ekspor kakao beberapa daerah di Papua dengan bertemu 21 calon pembeli dunia.
Di Sorong Papua Barat Daya, ia bekerja sama dengan Pemda setempat dan menggandeng Kementerian Perumahan Rakyat untuk mengakselerasi pembangunan rumah subsidi bagi masyarakat asli Papua dibarengi dengan percepatan akses internet berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital.
Sasarannya adalah sekolah-sekolah yang mendidik siswa siswi asli Papua. Bergeser ke Provinsi Papua Selatan, ia bermitra dengan Universitas Negeri Jakarta dan Pemda Mappi mendorong akselerasi ketersediaan guru. Sedangkan untuk Provinsi Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua, Billy mendorong akselerasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus anak Papua.
Billy juga mendampingi Menteri Dalam Negeri melakukan akselerasi pembangunan kantor pemerintahanan DOB serta melakukan evaluasi anggaran otsus bersama Wamendagri. Peninjauan desa-desa nelayan juga ia lakukan guna memastikan kelancaran subsidi untuk nelayan pra sejahtera.
“Puji Tuhan, saya sudah mendorong lima rekomendasi kebijakan dalam masa jabatan saya sejak dilantik hingga sekarang dan berjalan di hampir seluruh provinsi di tanah Papua, ” terangnya.
Ke depan, ia sudah menyusun beberapa rencana lagi dengan membidik sejumlah sektor, di antaranya sektor pendidikan. Menurutnya, di beberapa provinsi di Papua telah berdiri Perguruan Tinggi Negeri (PTN) , yaitu Universitas Musamus di Papua Selatan, Universitas Cenderawasih di Provinsi Papua dan Universitas Negeri Papua di Provinsi Papua Barat.
Namun di beberapa provinsi lain belum ada, seperti Papua Barat Daya, Papua Tengah dan Papua Pegunungan. Terkait hal ini dirinya telah melaksanakan workshop dengan Universitas Brawijaya dan Kemendikti untuk pendirian universitas di tiga provinsi tersebut sehingga memudahkan anak Papua mengenyam pendidikan tinggi tanpa harus jauh-jauh keluar daerah.
Billy menambahkan, penyerapan anggaran APBD maupun anggaran Otsus Papua di beberapa kabupaten masih rendah. Oleh sebab itu perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan penyerapan anggaran dengan peningkatan kapasitas birokrasi dan memastikan agar pemerintah daerah kreatif dalam menyusun program pembangunan guna penyerapan anggaran.
Gap antara pembangunan wilayah kota dan desa yang masih terjadi juga perlu mendapat perhatian serius agar tidak tertinggal. Di sektor pendidikan, ia menyoroti tentang Indeks pembangunan manusia di Papua yang masih jauh tertinggal.
“Hal-hal ini menjadi fokus perhatian saya dan akan saya maksimalkan selama mengemban jabatan baru dari Presiden Prabowo setelah sebelumnya saya pernah diberikan jabatan pada kepemimpinan Jokowi dan SBY, ” pungkasnya. (iis)
