Sejak Januari, 23 Kasus Kekerasan Dilakukan Kelompok Bersenjata

Jayapura – Secara umum, kelompok bersenjata yang beroperasi di wilayah Yahukimo diperkirakan berjumlah sekitar 200 orang dan tersebar dalam beberapa kelompok kecil.

Sejak Januari hingga pekan lalu, tercatat 23 kasus kekerasan yang diduga dilakukan kelompok tersebut, dengan pola aksi yang dinilai bertujuan menunjukkan eksistensi dan menarik perhatian.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani menegaskan bahwa perlindungan masyarakat sipil menjadi prioritas utama dalam setiap langkah operasi.

“Korban dalam rangkaian kekerasan ini adalah warga sipil, mulai dari pilot, sopir, hingga pekerja yang membantu pembangunan sekolah.

Negara tidak boleh kalah oleh teror. Kami pastikan penegakan hukum dilakukan secara profesional, terukur, dan berbasis alat bukti,” tegasnya, Jumat, 13 Februari 2026.

Dalam dua hari terakhir, aparat telah mengamankan empat orang. Dua di antaranya dipastikan terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, masing-masing berinisial GW dan EH. Sementara dua lainnya masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga menegaskan bahwa langkah penegakan hukum dilakukan secara terintegrasi dengan pendekatan preventif dan preemtif guna menjamin stabilitas keamanan di wilayah terdampak.

“Kami tidak hanya fokus pada pengejaran pelaku, tetapi juga memastikan masyarakat tetap merasa aman dan aktivitas penerbangan perintis bisa berjalan. Pengamanan bandara, penguatan patroli, serta koordinasi lintas satuan terus kami tingkatkan agar ruang gerak kelompok bersenjata semakin terbatas,” ujar Adarma.

Menanggapi narasi yang menyebut para pelaku sebagai warga sipil biasa, Kasatgas Humas menegaskan bahwa setiap penindakan dilakukan berdasarkan alat bukti, keterangan saksi, serta data yang telah diverifikasi.

“Yang kami amankan adalah pihak-pihak yang teridentifikasi berdasarkan bukti. Klaim bahwa mereka warga sipil biasa adalah narasi yang tidak berdasar. Faktanya, korban dari aksi kekerasan ini justru masyarakat sipil,” jelas Yusuf.

Related posts

KKB Egianus Kogoya Danai Aksi Bersenjata Lewat Penjualan Ganja

Fani

Persipura Bidik Kemenangan, Deltras Siap Menghadang

Bams

IPM Papua Pegunungan Rata-rata Tumbuh 1,36 Persen Per Tahun

Fani

Aparat Tangkap Komandan KKB Kodap XVI Yahukimo

Fani

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Waena

Fani

Berkas Lengkap, Kasus Ganja 1,7 Kg Dilimpahkan Polresta Jayapura ke Kejari

Fani

Leave a Comment