Pasific Pos.com
Headline Lintas Daerah

Satgas 114 Satria Musara Hidupkan Pasar Rakyat Pegunungan Tengah Mbua

Personel Satgas 114 Satria Musara hidupkan pasar rakyat pegunungan tengah Mbua Nduga. (Foto : Istimewa)

Nduga – Satgas Yonif RK 114/SM turut serta berperan dalam membantu menjalankan perekonomian masyarakat di Pegunungan Tengah Nduga dengan merangsang masyarakat menghidupkan pasar rakyat Distrik Mbua Kabupaten Nduga, Jumat (21/1/2022)

Bukan menjadi rahasia lagi bahwa kehidupan masyarakat di pegunungan tengah Nduga jauh dari keramaian dan hiruk pikuk seperti halnya di kota kecil wilayah Papua lainnya. Ini disebabkan terbatasnya akses transportasi menuju wilayah tersebut, serta fasilitas komunikasi yang terbatas sehingga menghambat peningkatan perekonomian.

Hasil kebun rakyat berupa sayuran, buah dan ubi hanya dijadikan sebagai makanan pokok masyarakat setempat, potret ini tergambar dalam kehidupan masyarakat Distrik Mbua yang merupakan salah satu bagian dari wilayah Pegunungan Tengah Nduga.

Oleh karenanya, Prajurit Satgas RK 114/Satria Musara Pos Mbua hadir untuk memberikan solusi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat dengan merangsang menghidupkan pasar Rakyat.

Ide tersebut berawal dari aksi keseharian masyarakat Distrik Mbua terutama mama-mama yang tidak jarang mendatangi Pos TNI Mbua untuk menukar hasil kebun dan kerajinan tangan, gelang anyaman dan noken dengan bahan makanan seperti beras, mie instan, gula, kopi, sabun dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.

Dansatgas Letkol Inf Putra Negara, S.H., M.Han., menyampaikan pentingnya memberikan contoh dan rangsangan agar tradisi lama dengan cara barter diganti menjadi kegiatan ekonomi dalam bentuk jual beli, sehingga dapat sedikit merubah dan membantu ekonomi keluarga dan masyarakat lebih meningkat.

“Mengapa rakyat di pedalaman kondisi ekonominya dari waktu ke waktu tetap seperti ini, karena tidak ada contoh dan yang mempelopori. Masyarakat disini ingin mencontoh siapa yang hidupnya sama dengan mereka. Jika tidak digerakkan oleh komponen masyarakat, maka perubahan perekonomian akan sangat sulit, kita yang mengerti harus mengawali serta memberikan contoh dan pelajaran,” ungkap Dansatgas.

Melalui tokoh agama dan tokoh adat setempat personel Satgas Yonif RK 114/ SM yang diwakili oleh Perwira Pembinaan Mental (Pabintal) Satgas Lettu Kav Robert Wilson Sihombing mengajak masyarakat Distrik Mbua untuk menghidupkan kembali pasar rakyat, dan ajakan ini disambut baik oleh para tokoh setempat.

Personel Satgas 114 Satria Musara hidupkan pasar rakyat pegunungan tengah Mbua Nduga. (Foto : Istimewa)

“Ide ini kami sampaikan kepada Pendeta dan tokoh adat saat pelaksanaan ibadah keliling setiap hari minggu di gereja, dan direspon baik, pada kesempatan ibadah di Gereja Bahtera oleh Pendeta langsung disampaikan kepada masyarakat,” ungkap Pabintal Satgas.

“Pos Satgas Mbua terbantu dengan adanya pasar rakyat ini, dan sayur dijamin masih segar, karena tidak harus memesan kebutuhan sayur dari Wamena Disamping harga lebih mahal karena trasnportasi, juga butuh waktu perjalanan yang cukup lama,” jelas Pabintal Satgas.

Pada kesempatan pertama, personel Satgas Pos Mbua langsung mendatangi lokasi bekas landasan bandara perintis Distrik Mbua yang dijadikan tempat pasar rakyat ± 150 meter dari Pos Mbua. Prajurit membeli berbagai macam sayuran segar, buah markisa dan ubi hasil kebun serta hasil kerajinan tangan masyarakat. Salah satu penjual sayuran, yang dikenal dengan Mama Opmo mengungkapkan rasa senangnya.

“Sekarang mama dapat uang, anak pos dapat daun sayur, mama bisa-beli titip lajuran ….eeeee…….wa,” ungkap mama Opmo.

Manfaat yang tidak kalah penting dengan adanya pasar rakyat suasana kebersamaan personel Pos Mbua dengan warga dapat terjalin lebih akrab. Pada kesempatan yang sama Gembala Jemaat Gereja Opmo hadir di tengah susana pasar rakyat dan berkesempatan menyampaikan ucapan terimakasih.

“Terimakasih untuk Komandan, terimakasih untuk anak-anak TNI Pos Mbua sudah bantu banyak untuk masyarakat, bapak bisa ucap ini generasi ke empat TNI Pos Mbua bisa kerja sama dengan masyarakat sehingga pasar bisa mulai lagi,” ungkap bapak Petrus Tabuni.