Ramadan dan Lebaran, Kebutuhan Uang Tunai Meningkat Jadi Rp1,62 Triliun

Jayapura – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman mengatakan, kebutuhan uang tunai di Papua termasuk di wilayah daerah otonomi baru (DOB) mengalami peningkatan 16,5 persen dibandingkan momen Ramadan dan Lebaran tahun sebelumnya.

“Pada momen Ramadan dan Lebaran tahun 2023, kebutuhan uang tunai hanya Rp1,39 triliun. Tahun ini kami proyeksikan naik menjadi Rp1,62 triliun,” kata Faturachman di Jayapura, Senin (18/3/2024).

Jumlah tersebut, kata Faturachman, masing – masing Rp1,52 triliun uang pecahan besar (UPB) dan Rp100 miliar uang pecahan kecil (UPK).

Dia pun mengungkapkan, peningkatan terjadi disebabkan pertumbuhan ekonomi nasional yang terus membaik. Selain itu, terjadi peningkatan mobilitas masyarakat pasca Covid19.

“Kegiatan mudik masyarakat pada momen Ramadan dan Idul Fitri juga menyebabkan kebutuhan meningkat,” ucapnya.

Hingga 15 Maret 2024, uang yang telah terserap sebanyak Rp115,3 miliar atau 7,1 persen, terdiri dari 3,9 persen dari penarikan perbankan di Jayapura dan 3,2 persen dari perbankan di wilayah Kas Titipan. (Zulkifli)

Related posts

Periode RAFI, Hiswana Migas Sebut Ketahanan Stok BBM Aman Hingga 20 Hari

Fani

Telkomsel Rombak Pengurus, Ini Tiga Direksi Terbaru

Fani

Komisi VI Dukung Transformasi Bisnis manajemen Baru Telkom

Fani

Gelegar PLN Mobile 2024 Kembali Hadir, Jangan Lewatkan Hadiahnya Emas Hingga Mobil Listrik!

Fani

Security Dealer Honda di Papua Siap Menyambut Konsumen dengan Sepenuh Hati

Fani

Astra Motor Papua Hadirkan Pameran di Restoran Ropopang

Fani

Leave a Comment