Persis Solo Jadi Ujian Perdana Regi Aditya dan Persipura ‎

SIDOARJO,- Persis Solo akan menjadi ujian perdana bagi pelatih anyar Regi Aditya bersama Persipura Jayapura saat kedua tim bertemu pada lanjutan Grup B Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (26/9/2026).

‎

‎Pertandingan dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 WIB atau 21.00 WIT dan disiarkan langsung melalui Sinpo TV.

‎

‎Laga ini menjadi pertandingan pertama Regi Aditya sejak dipercaya menangani Persipura menggantikan Andri Ramawi.

‎

‎Meski bukan sosok baru bagi Mutiara Hitam, Regi hanya memiliki waktu persiapan sekitar dua hari untuk mempersiapkan tim menghadapi Persis Solo.

‎

‎Tantangan tersebut semakin besar karena komposisi pemain Persipura saat ini merupakan skuad yang sebelumnya ditangani Andri Ramawi. Karena itu, racikan Regi Aditya dalam waktu singkat menjadi perhatian suporter dan masyarakat Papua yang berharap Persipura mampu bangkit pada laga ketiga musim ini.

‎

‎Dalam konferensi pers jelang pertandingan, Jumat (25/9), Regi mengatakan dirinya tidak melakukan perubahan besar terhadap fondasi permainan Persipura. Ia menilai tim sudah memiliki dasar yang baik sehingga dirinya memilih melanjutkan apa yang telah dibangun sebelumnya.

‎

‎”Kalau berbicara tentang persiapan, tidak ada yang sangat signifikan yang harus saya siapkan. Saya percaya Persipura itu kedalaman skuadnya luar biasa. Kita sudah punya fondasi yang baik dari pelatih terdahulu, jadi sangat mudah untuk saya melanjutkan tongkat estafet ini,” kata Regi.

‎

‎Fokus utama Regi dalam dua hari terakhir justru diarahkan untuk mengembalikan kepercayaan diri dan kondisi psikologis pemain. Menurutnya, aspek mental menjadi bagian penting untuk menunjang kemampuan teknis dan taktikal tim.

‎

‎”Saya fokus beberapa hari bagaimana mengembalikan psikologi setiap pemain. Setiap elemen di dalam tim itu penting sekali. Saya coba bangkitkan itu karena kepercayaan diri itu penting sekali,” ujarnya.

‎

‎Regi menilai kemampuan taktikal, fisik dan teknik tidak akan berjalan maksimal apabila pemain tidak memiliki kondisi psikologis yang baik.

‎

‎”Percuma kita punya taktikal, kemampuan fisik, teknik, tetapi kalau kita tidak punya psikologi yang baik. Jadi semua elemen ini harus menjadi satu kesatuan sehingga kita bisa perform besok,” katanya.

‎

‎Selain membangun kembali kepercayaan diri pemain, Regi juga melakukan sejumlah penyesuaian taktikal. Ia mengaku puas dengan respons pemain selama dua sesi latihan yang telah dijalani.

‎

‎”Kita melakukan sedikit perubahan secara taktikal. Saya melihat dua hari ini latihan kita sangat efektif sekali. Saya bisa melihat pemain menunjukkan gairah dan passion-nya untuk pertandingan besok,” jelasnya.

‎

‎Mengenai komposisi pemain, Regi belum memastikan adanya perubahan besar atau rotasi. Ia menegaskan akan memilih pemain berdasarkan kondisi serta kemampuan masing-masing untuk menjalankan tugas di lapangan.

‎

‎”Saya harus melihat dari sudut pandang yang objektif. Tentunya saya akan memilih pemain-pemain yang memang tepat untuk bermain. Tidak ada aturan bahwa saya datang harus merubah ini dan itu. Sesuai mana yang bisa pemain lakukan terbaik di lapangan, itu yang akan saya pilih,” tegasnya.

‎

‎Meski hanya memiliki waktu persiapan yang singkat, Regi mengaku proses adaptasi tidak menjadi persoalan besar. Ia sudah mengenal sebagian besar pemain, staf pelatih maupun ofisial Persipura.

‎

‎”Dua hari ini yang paling hectic untuk saya di tahun ini karena cepat sekali waktunya berjalan. Tetapi untuk adaptasi saya rasa tidak terlalu kesulitan karena mayoritas sudah kenal pemain-pemain saya,” tuturnya.

‎

‎Menghadapi Persis Solo yang memiliki sejumlah pemain asing, Regi mengaku sudah menyiapkan antisipasi secara taktikal. Namun, ia menegaskan fokus utama tetap membangun kesatuan di dalam tubuh Persipura.

‎

‎”Saya sangat aware dengan situasi ini. Saat ini Persipura masih belum meraih kemenangan. Yang saya waspadai adalah saya hanya mau fokus dulu dengan tim saya. Saya ingin membangun unity, kesatuan di dalam tim,” katanya.

‎

‎Regi ingin kesatuan tersebut menjadi modal Persipura untuk mengembalikan gairah permainan sekaligus membangun kembali kepercayaan diri pemain.

‎”Persipura ini tim besar, banyak legacy yang ditinggalkan oleh terdahulunya. Jadi saya pikir ini harus kita bangkitkan kembali, kita harus coba gairahnya dikembalikan lagi,” ujarnya.

‎

‎Ia pun meminta dukungan dari suporter dan masyarakat Papua. Menurutnya, dukungan tersebut akan menjadi energi tambahan bagi tim saat menghadapi pertandingan ketiga.

‎

‎”Saya mau meminta kepada suporter, masyarakat Papua, untuk memberikan dukungan, doa, support dalam bentuk apa pun. Itu sangat berarti sekali untuk kami, Persipura, dalam menghadapi pertandingan ketiga,” kata Regi.

‎

‎Sementara itu, perwakilan pemain Persipura, Alex Dusay, memastikan seluruh pemain siap menjalankan strategi yang telah diberikan Regi Aditya.

‎

‎”Secara taktis dan strategi kami sudah latihan dua hari dengan Coach Regi untuk pertandingan besok malam melawan Persis Solo. Kami semua sudah sangat siap. Kami juga tidak mau kehilangan poin,” kata Alex.

‎

‎”Kami akan memberikan yang terbaik dan fight untuk meraih tiga poin,” tambahnya.

‎

‎

Related posts

Pentingnya Investasi Emas Sejak Dini

Fani

Anggaran Terbatas, Fakhiri: Keselamatan Pasien Prioritas Utama

Bams

Tetap Jaga Ketertiban, Matius Fakhiri – Aryoko Rumaropen Resmi Daftar Cagub dan Cawagub ke KPU

Jems

Jasa Raharja Wujudkan Pembayaran Lebih Cepat dan Transparan

Fani

Tim Ekonomi Presiden RI Terpilih Prabowo-Gibran dan KSP Menyiapkan Pembentukan Badan Karbon

Fani

Akhirnya, Kejati Tetapkan Tersangka Dugaan Penyimpangan Dana PON Papua

Bams

Leave a Comment