Perjuangan Lina Jadi Pengusaha Kuliner, Mantan Penjahit Yang Sukses Dengan Bubur Ayam Ngapak 

MERAUKE-Untuk masyarakat Merauke tentu sudah sangat mengenal Bubur Ayam Ngapak, salah satu brand kuliner yang laris manis dengan pelanggan cukup banyak. Sempat berpindah lokasi, kini warung tersebut telah stay di tempat yang strategis di tengah kota dengan inovasi yang lebih banyak.

 

Tidak hanya ukuran warung yang lebih luas tetapi juga menu-menu yang disajikan semakin lengkap sehingga pelanggan memiliki banyak pilihan. Selain bubur ayam, juga dijual soto ayam, lontong sayur dan lauk pauk pelengkap lainnya. Saat pagi hari menjelang siang, warung ini selalu ramai diserbu pembeli yang hendak mencari sarapan atau makan siang.

 

Harga yang murah meriah ditambah cita rasa khas bumbu rahasia semakin membuat Bubur Ayam Ngapak naik daun. Namun untuk mencapai titik kesuksesan seperti ini, tentunya si pemilik harus melalui perjuangan yang cukup panjang. Butuh waktu dan kesabaran tingkat tinggi agar usaha yang dilakoni berhasil sesuai harapan.

 

Lina Herlina selaku owner mengungkapkan, warungnya mulai beroperasi sejak tahun 2020 dan mampu bertahan hingga sekarang. Bahkan ia sudah mempekerjakan 10 karyawan agar pelanggan dapat tercover seiring dengan bertambahnya jumlah pembeli. Sebelum sesukses seperti sekarang ini, ia pernah melakoni usaha lain, di antaranya menjadi penjahit dan berjualan mie ayam.

 

Usaha-usaha sebelumnya ia jadikan pengalaman untuk bangkit kembali dan mulai dari nol dengan usaha yang baru. “Usaha saya yang sekarang berjalan lancar dan cukup menjanjikan dari segi omset. Merantau di tanah orang, kita harus bisa hidup mandiri dengan hasil usaha sendiri. Alhamdulillah, saya bisa sampai di titik ini,”terang Lina kepada Pasific Pos di warungnya, Sabtu (29/8).

 

Bercerita tentang latar belakang brand Ngapak yang tercantum di nama usahanya, Lina menjelaskan bahwa sang suami berasal dari daerah Purwokerto yang kental dengan logat ngapak.

 

Oleh karena itu terbersit ide untuk mengabadikan pada tempat usaha kulinernya. Ia melayani pelanggan mulai Hari Selasa hingga Minggu setiap jam 6 pagi hingga 1 siang. Sejauh ini menu soto ayam dan bubur ayam masih menjadi primadona di warungnya, baik yang dimakan di tempat maupun yang dibungkus.(Iis)

Related posts

Dibantu Pertamina, Kelompok Harapan Papua Baru Makin Termotivasi Hasilkan Produk Berkualitas Dari Ujung Timur Indonesia

Bams

8.768 Keluarga di Jayapura Terima Bantuan Beras dari Bulog untuk Juni–Juli 2025

Fani

Main Dealer Astra Motor Papua Gelar Podcast Bersama Disperindag Papua

Fani

BEI : Pertumbuhan Investor di Papua Konsisten dan Semakin Inklusif

Fani

Pemkot Jayapura Optimalisasi Implementasi Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Fani

BI dan Pemprov Papua akan Gelar Festival Cenderawasih

Fani

Leave a Comment