Pasific Pos.com
Nasional

Pengurus JMSI Papua Tengah Resmi Dilantik

Jakarta – Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Papua Tengah, resmi dilantik oleh Ketua Umum JMSI Pusat, Teguh Santoso di Roemah Djan, Menteng Jakarta Pusat, Kamis (7/12/2023).

Prosesi pelantikan dengan susunan acara pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars JMSI, pembacaan SK Pengurus Daerah JMSI Papua Tengah, pembacaan ikrar janji JMSI, sambutan Ketua JMSI Papua Tengah Iwan Makatita, sambutan Ketua Umum JMSI Pusat.

Ketua Umum JMSI Pusat, Teguh Santoso, dalam sambutannya mengatakan JMSI ini didirikan dengan niat untuk ikut membantu komunitas pers nasional, membangun ekosistem pers nasional yang sehat dan profesional. Sehat dalam konteks kemampuan usahanya.

Di Indonesia, kata dia begitu teknologi digital berkembang maka bermunculan usaha media online seperti jamur di musim hujan.

“Teman-teman yang sudah lama bekerja di perusahaan pers besar kemudian melihat peluang untuk membuka perusahaan pers sendiri. Itu fenomena yang saya rasa hanya terjadi di Indonesia. Di negara-negara lain mereka juga mengalami perkembangan teknologi digital nyaris tidak terjadi pertumbuhan perusahaan pers. Media mungkin banyak tapi perusahaan pers tidak membludak seperti kita. Hanya di Indonesia, saya juga sekarang masih mencari tahu mengapa hanya di Indonesia jumlah perusahaan pers berkembang sedemikian besar,” ujar Teguh.

Dikatakan berkembangnya perusahaan pers dimaknai sebagai konsekuensi dari kebebasan. Namun kebebasan ini tidak bisa dibiarkan terjadi begitu saja untuk membawa situasi yang positif. Harus ada usaha-usaha yang sifatnya mandiri sehingga kebebasan itu dikelola dengan baik dan berhasil dengan baik juga. Jangan sampai yang terjadi adalah suara yang terlalu banyak tapi maknanya nyaris tidak ada.

Diharapkan, kebebasan berpendapat menghasilkan suatu hal positif yang konstruktif bagi negara, bagi Papua bagi Papua Tengah, bagi semuanya. Bukan hanya sekedar menciptakan kebisingan saja bahkan destruktif atau bahkan negatif.

“Kita harus sehat secara koorperasi, teman-teman harus memiliki kemampuan untuk menghidupi perusahaan karena orang yang bekerja di perusahaan kita berharap itu jadi sandaran hidup mereka, anak istri mereka keluarga mereka. Kemudian kualitas jurnalisme, di sini profesionalisme juga kita perhatikan untuk menghasilkan karya pers yang profesional, yang produktif yang konstruktif,” kata dia.

Dijelaskan, terkait ekosistem tidak hanya bicara soal usaha pers dan orang yang bekerja di perusahaan itu, namun juga berbicara tentang kalangan kalangan lain yang membantu, tentang mitra, publik dan hak mereka untuk mendapatkan informasi yang benar dan juga bicara tentang aturan hukum. Persoalannya sekarang ekosistem kurang begitu mendukung, daya dukungnya lemah karena indutrialisasi tidak terjadi di negara ini atau belum maksimal.

Sehingga untuk bisa bertahan hidup cenderung hanya mengandalkan kemitraan dengan pihak pihak tertentu dan yang punya anggaran adalah pemerintahan, ini menciptakan ketergantungan.

Untuk jangka pendek barangkali kemitraan itu akan dianggap baik, sumber yang menghidupi perusahaan, menghidupi karyawan. Tapi di jangka panjang ini kurang baik maka di JMSI memiliki bidang pengembangan potensi daerah.

Bidang ini yang sebenarnya bertugas memetahkan potensi potensi ekonomi yang dimiliki satu daerah dan itu dikerjakan bersama sama sehingga tanpa disadari perusahaan pers terlibat dalam menciptakan pusat pusat pertumbuhan baru di negara ini.
Kendalanya pasti berat namun dalam memulai satu hal, ada banyak persoalan.

“Tapi kalau kita pelan pelan mulainya, kita bisa lakukan itu, apalagi Papua. Sekarang tanggung jawab kita bukan cuma menciptakan perusahaan pers yang sehat secara bisnis tapi juga memiliki wartawan yang memproduksi berita yang baik dengan niat ikut membantu komunitas pers nasional. Kita tidak hanya bertangung jawab pada kas perushaaan tapi juga bertanggung jawab terhadap kemampuan wartawan untuk menghasilkan berita informasi yang positif,” kata dia.

Menurutnya sekarang ini perusahaan-perusahaan pers berpacu, berlomba lebih cepat, lebih menarik. Untuk lebih menarik ini kalau tidak hati-hati dapat terjebak pada pada diksi diksi yang mengakibatkan ketidaksukaan satu pihak kepada pihak lain.

Sementara itu Ketua JMSI Papua Tengah, Iwan S. Makatita mengatakan JMSI di Papua Tengah baru jalan menjelang dua bulan. Organisasi ini bisa berdiri karena semangat para pemimpin perusahaan media.

“Karena semangat teman-teman pimpinan perusahaan media kami bisa hadir di Jakarta untuk dilantik hari ini,” katanya.

Ia mengucapkan terimakasih kepada Ketua Umum JMSI pusat untuk motifasi yang sudah disampaikan bahwa tanggung jawab JMSI tidak hanya memacu perusahaan pers yang sehat tetapi juga bertanggung jawab terhadap kemampuan wartawan yang bekerja secara profesion.

“Kami akan berjuang berjuang bersama sama untuk mewujudkan tujuan didirikan organisasi JMSI ini,” pungkasnya.

Untuk diketahui sebanyak 18 media di Papua Tengah yang sudah bergabung di JMSI yakni Fajarpapua.Timikabisnis.com, Tabukanews.com, Torangbisa.com, Cartenznews.com, Beritamimika.com, Halopapua.id, Suaramimika.com, Tambelonews.com, Salampapua.co. Antarpapua.com, Papuamctv.com, Haksuara.com, Liputan4.com, Sasagupapua.com, Tadahnews.com, Papuaexpose.com, Kabartanahpapua.com.

Delegasi Pengurus JMSI Papua Tengah yang dilantii adalah, Ketua, Iwan S. Makatita, Wakil Ketua, Titin Rayar, Sekretaris Yosefina Dai Dore, Bendahara, Idris Manika, Wakil Bendahara, Jemmy Mulyono, Ketua Bidang Hukum dan Advokasi, Anselmus Serath, Koordinator bidang Sekteriatan dan Pendataan Husyen Abdillah Opa. (Doni B)