Pasific Pos.com
Headline

Pasca Pengrusakan Kantor Bupati Waropen, 32 Orang Pelaku Diburu Polisi

Pengrusakan Kantor Bupati Waropen, 32 Orang Pelaku Diburu Polisi
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal

JAYAPURA – Penyidik Sat Reskrim Polres akhirnya mengantongi 32 identitas terduga pelaku tindak pidana pengerusakan dan pembakaran terhadap kantor pemerintahn di Kabupaten Waropen beberapa waktu lalu.

Menurut Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM.Kamal, 32 nama terduga pelaku berhasil dikantongi setelah penyidik Sat Reskrim Polres Waropen melakukan pemeriksaan terhadap tersangka BR alias Barnabas dan 12 orang lainnya pasca pengrusakan itu.

“dari 50 orang yang melakukan aksi menurut keterangan tersangka, 32 orang yang melakukan aksi pengrusakan dan percobaan pembakaran kantor pemerintahaan,” terangnya, Rabu (11/3) siang.

Bahkan kata Kamal, pihaknya sebelumnya telah melayangkan surat pemanggilan terhadap para terduga pelaku, namun tidak diindahkan.

“Kami telah melakukan pemanggilan terhadap 13 orang yang diduga pelaku, tapi tidak memenuhi pemanggilan yang dilayangkan oleh penyidik dan akan diajukan pemanggilan untuk yang kedua kalinya pada hari Rabu tanggal 11 Maret 2020.

Kami mengimbau kepada para pelaku untuk segera menyerahkan diri untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut dan apabila tidak mengindahkan pemanggilan tersebut maka akan dilakukan tindakan tegas yaitu penangkapan terhadap para pelaku sesuai SOP,” terangnya.

Ia pun menambahakan, sejauh ini pihaknya baru menetapkan satu orang tersangka dalam kasus tindak pidana pengrusakan dan pembakaran terhadap kantor pemerintahann di Kabupaten Waropen beberapa waktu lalu yakni Barnabas Raweyai alias Nabas (37) sebagai koordinator.

“Berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/15/III/2020/Papua/Res Waropen tanggal 06 Maret 2020, Barnabas Raweyai alias Nabas (37) telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah dilakukan penahanan,” ujarnya.

Sementara itu, diketahui aksi pengrusakan dan percobaan pembakaran kantor pemerintahan di Kabupaten Waropen oleh sekelompok warga, lantaran tidak terima penetapan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Papua terhadap Yeremias Bisai atas kasus gratifikasi senilai Rp 19 miliar.

Artikel Terkait

HUT YPK, di Waropen Sejumlah Gereja Lakukan Ibadah Syukur

Afrans

BPBD Waropen Gelar Sosialisasi Pembekalan Mitigasi Bencana Abrasi

Afrans

Kajati Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Otsus Pada Dinas Pendidikan Papua

Bams

Kepala Kampung dan Masyarakat Dukung Rafael Ambrauw Kawal Kasus Dana Desa Puncak Jaya

Bams

DPRD Waropen Gelar Paripurna Raperda PP APBD 2019

Afrans

Terkait Dugaan Korupsi Dana Otsus, Yunus Wonda Sarankan Tak Perlu Takut Jika Pertanggungjawabannya Jelas

Tiara

Ketua Fraksi Demokrat Tolikara Minta Media Abal-Abal Klarifikasi Beritanya, Terkait Dugaan Kasus Korupsi Gubernur Papua

Tiara

Pelantikan Bupati dan Wabub Waropen Terpilih Ditunda, Ini Penjelasannya

Afrans

BISMA Siap Dilantik Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Waropen

Afrans