Papua Dipastikan Jadi Tuan Rumah Zona Indonesia Timur Piala Soeratin
Sentani,- Papua mendapat kabar menggembirakan dari PSSI. Jayapura diproyeksikan menjadi tuan rumah pertandingan Piala Soeratin Zona Indonesia Timur yang akan mempertemukan sejumlah tim dari kawasan timur Indonesia.
Kabar tersebut disampaikan Plt Ketua PSSI Papua, Arya Sinulingga, saat memberikan sambutan pada acara penutupan Piala Soeratin U-13, U-15 dan U-17 Papua di Stadion Barnabas Youwe, Sentani, Kamis (10/9).
Arya mengatakan, keputusan tersebut merupakan hasil pembahasan bersama Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Format Piala Soeratin tahun ini juga disebut berbeda dibandingkan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya Soeratin pertandingan nasional jauh di Pulau Jawa. Ini sudah kami konsepkan, mudah-mudahan final. Dibagi empat wilayah,” kata Arya.
Ia menjelaskan, setelah melalui pertandingan di empat wilayah, para juara dari masing-masing zona akan melanjutkan persaingan ke putaran nasional untuk memperebutkan gelar juara Piala Soeratin.
Khusus untuk Zona Indonesia Timur, Arya menyebut pertandingan akan dipusatkan di Jayapura. Zona tersebut akan melibatkan tim-tim dari Papua, Maluku, Maluku Utara serta sebagian wilayah Sulawesi.
“Pertandingan wilayah Papua keseluruhan, Maluku Utara, Maluku, Sulawesi sebagian, sudah diminta Pak Erick Thohir mainnya di Jayapura,” ujarnya.
Menurut Arya, rencana Papua menjadi tuan rumah telah mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua. Sebelum menyampaikan pengumuman tersebut, dirinya mengaku telah meminta izin kepada Gubernur Papua.
“Tadi saya minta izin dulu sama Pak Gubernur. Boleh tidak kita bertanding di Jayapura? Pak Gubernur bilang, mantap. Pak Gubernur akan dukung total supaya Jayapura tuan rumah Zona 4 bagian timur,” katanya.
Arya berharap pelaksanaan pertandingan di Jayapura dapat menjadi momentum bagi masyarakat Papua untuk kembali menikmati sepak bola secara langsung.
Ia juga meminta dukungan berbagai pihak untuk mempersiapkan fasilitas pertandingan. Menurutnya, sedikitnya enam lapangan dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan kompetisi tersebut.
Selain itu, aspek keamanan juga menjadi perhatian karena pertandingan zona tersebut diperkirakan akan mendatangkan ratusan pemain, ofisial dan pendukung dari luar Papua.
“Total jumlah klub yang akan bertanding 24 tim. Dikali 30 orang, hampir 800 orang akan datang ke Papua untuk bertanding. Harus kita jaga keamanan,” tegasnya.
Arya juga menantang wakil-wakil Papua yang telah menjadi juara Piala Soeratin tahun ini untuk tidak sekadar menjadi peserta saat tampil di zona regional, tetapi mampu menjadi juara.
Ia bahkan mendorong setiap tim untuk memperkuat skuad dengan merekrut pemain-pemain potensial dari SSB lainnya.
Sementara itu, Gubernur Papua yang diwakili Staf Ahli Matias Mano memberikan apresiasi atas pelaksanaan Piala Soeratin Papua. Ia berharap kompetisi sepak bola usia muda tidak berhenti setelah turnamen berakhir.
Ia menilai kompetisi usia dini sangat penting sebagai bagian dari proses pembinaan dan pencarian bakat sepak bola Papua.
Matias juga mengajak para orang tua untuk mendorong anak-anak mereka bergabung dengan sekolah sepak bola (SSB) agar memiliki wadah pembinaan yang jelas dan terarah.
“Semakin banyaknya sekolah sepak bola, maka turnamen itu akan semakin baik lagi,” katanya.
Terkait rencana pelaksanaan Zona 4 di Jayapura, Matias mengingatkan agar Papua tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga mampu mengirimkan tim terbaik untuk bersaing dan meraih prestasi.
Menurutnya, penyelenggaraan kompetisi tersebut sekaligus menjadi peluang untuk memperkuat ekosistem sepak bola usia muda di Papua.
Ia juga meminta PSSI Papua terus meningkatkan kualitas pelatih dan wasit melalui pelatihan secara berkala.
“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menciptakan suatu ekosistem yang baik untuk sekolah sepak bola. Kami mohon untuk semakin memperbanyak pelatihan untuk para pelatih dan para wasit untuk meningkatkan kompetensi dan kualitasnya,” ujarnya.
Matias berharap Piala Soeratin dapat dilaksanakan secara reguler sehingga pembinaan pemain muda Papua berjalan berkesinambungan.
Dengan menjadi tuan rumah Zona Indonesia Timur, Papua diharapkan tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga mampu melahirkan lebih banyak talenta yang kelak memperkuat tim nasional Indonesia.
“Kita buat Papua akan menjadi pusat dan tempat menghasilkan dan melahirkan pemain-pemain Timnas Indonesia,” katanya.
