Pangdam Cenderawasih : Kodam Selalu Memberikan Pelayanan Kepada Masyarakat

Jayapura – Prajurit Kodam XVII/Cenderawasih dalam tugas sehari-harinya akan selalu memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ini sejalan dengan mottonya “Satria Pelindung Rakyat”. Demikian dikatakan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan, M.Han saat menerima Audiensi dari Forum Gerakan Membela (Gembala) Hak Orang Asli Papua, di Makodam XVII/Cenderawasih, Jayapura, Papua.

Pangdam didampingi Asisten Teritorial (Aster) Kasdam XVII/Cen Kolonel Inf Rudianto, menerima kedatangan Ketua Forum Gerakan Membela (Gembala) Hak Orang Asli Papua Othis Suwae bersama Edward Apaseray, Astrid Taime, Renould dan Ansalmus Toto.

Pangdam menyampaikan rasa senangnya telah mendapat kunjungan dari Ketua Forum Gerakan Membela Hak Orang Asli Papua bersama pengurusnya.

Pada kesempatan ini, Pangdam menjelaskan bahwasannya Kodam selalu memberikan pelayanan terhadap seluruh masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di wilayah dengan pendekatan-pendekatan yang bisa diterima oleh masyarakat Papua.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Izak Pangemanan, M.Han saat menerima Audiensi dari Forum Gerakan Membela (Gembala) Hak Orang Asli Papua, di Makodam XVII/Cenderawasih, Jayapura, Papua.

“TNI Angkatan Darat selalu bersama dengan masyarakat dan membantu apa yang ada permasalahan yang ada di masyarakat kita bisa ada disitu, karena TNI AD bersatu, bersama dengan masyarakat,” jelas Pangdam.

“Papua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan masyarakatnya mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan warga Negara Indonesia lainya. Masyarakat di Papua sangat mengharapkan perdamaian, kesejahteraan untuk itu harus membantu semua kesulitan masyarakat, membantu proses percepatan pembangunan yang ada di Papua, khususnya membantu Pemerintah Daerah, termasuk menjaga kedaulatan NKRI.”

“Bersama semua pihak, Kodam XVII/Cenderawasih terus berupaya untuk mensejahterakan masyarakat di wilayah Papua dengan tidak meninggalkan kearifan lokal,” kata Pangdam.

Sementara itu, Ketua Forum Gerakan Membela (Gembala) Hak Orang Asli Papua Othis Suwae menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu pada tanggal 1 Mei 2024 dari Forum Gerakan Membela (Gembala) Hak Orang Asli Papua sudah mengibarkan Bendera Merah Putih sebanyak 50 bendera di sekitar Tugu Pepera.

“Kegiatan pengibaran Bendera Merah Putih dilakukan agar masyarakat Papua mengetahui bahwa Papua ini merupakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” pungkas Othis Suwae.

Related posts

Bakar Gudang Logistik, KKB Dikecam Masyarakat Sinak Puncak

Fani

Albert Merauje: Pentingnya Efisiensi Anggaran dan Prioritas Proyek Mendesak

Bams

AI Jadi Sorotan dalam Webinar Indibiz untuk Transformasi Pendidikan di Indonesia Timur

Fani

Sah, Anggaran PSU PIlkada Papua Rp 189 M

Bams

Dua Pria Bawa Amunisi Ilegal, Dibekuk di Pelabuhan Jayapura

Fani

Lakukan Penipuan dan Penggelapan, Seorang Pria Paruh Baya Dipolisikan

Fani

Leave a Comment