Pasific Pos.com
Olahraga

NPC Papua Klasifikasi Atlet Peparnas 2021

JAYAPURA – Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI 2021 akan digelar di Papua, bulan November 2021 mendatang.

Sebagai tuan rumah, para atlet difabel Papua sudah mulai melakukan klasifikasi pada Senin (29/3/2021).

Klasifikasi atlet sendiri bertujuan untuk menentukan jumlah nomor pertandingan di setiap cabang olahraga sesuai kondisi para atlet difabel yang akan bertanding nanti.

Ketua NPC Papua, Jaya Kusuma mengatakan bahwa NPC Papua sengaja mendatangkan tim dokter klasifikasi dari NPC Pusat, di mana syarat untuk seorang atlet bisa bertanding adalah dengan diklasifikasi lebih dahulu.

“Kita melaksanakan klasifikasi kepada semua atlet-atlet yang akan bertanding pada 12 cabang olahraga yang dipertandingkan pada Peparnas XVI nanti,” katanya.

Menurutnya, hasil klasifikasi akan menentukan nomor pertandingan dari masing-masing atletnya, sehingga kedepan tidak ada perubahan.

Namun, dari beberapa perubahan-perubahan yang terjadi di kelas-kelas nomor yang akan diikuti, mudah-mudahan tidak mengganggu persiapan atlet Papua pada Perparnas 2021.

“Atlet yang diklasifikasi kurang lebih 250 orang yang selama ini menggelar pemusatan latihan di Jayapura, tim dokter juga akan mengklasifikasi atlet Papua yang ada di luar, di antaranya di Kalimantan, Jakarta, dan Solo. Kita akan bekerjasama dengan tim klasifikasi dari NPC Pusat,” kata Jaya Kusuma yang juga selaku Kepala Distrik Jayapura Selatan ini.

Jaya berharap, semua atlet yang sudah kita persiapkan berdasarkan nomor pertandingan ini dapat lolos klasifikasi dan turun bertanding membela Papua di ajang Peparnas XVI 2021.

“Mudah-mudahan semua atlet lolos klasifikasi, karena hasil ini juga menentukan lolos tidaknya seorang atlet untuk bertanding, atau lolos tidaknya di nomor pertandingan,” jelasnya.

Sementara itu, Tim dokter klasifikasi NPC Pusat – Dokter Yanti kepada pers menerankan bahwa klasifikasi yang dilakukan ini supaya pertandingannya fair, makanya atlet difabel atau para atlet harus diklasifikasi karena ini bukan olahraga rekreasi, tapi prestasi.

“Kami sama dengan atlet yang normal, karena sama-sama berjuang meraih prestasi. Memang benar, kami difabel dan kami ada keterbatasan, tetapi lewat klasifikasi maka pertandingan itu akan sesuai antara atlet satu dengan atlet yang lain,” katanya.

Lanjutnya, klasifikasi awal ini dilakukan supaya Papua sebagai tuan rumah Peparnas XVI, tidak salah pilih atlet. Karena tidak menutup kemungkinan, kalau kita klasifikasi pada saat pelaksanaan Peparnas ada atlet yang tidak masuk klasifikasinya atau not eligible (tidak memenuhi syarat), itu tidak boleh ikut bertanding nantinya.

Oleh sebab itu, perjuangan atlet yang sudah berlatih menjadi sia-sia, makanya dengan klasifikasi lebih awal ini merupakan antisipasi Papua, agar atlet berlatih sesuai nomor pertandingannya dan dalam klasifkasi pada saat Peparnas semuanya sudah sesuai dengan klasifikasinya.

Artikel Terkait

NPC Papua TC Di Stadion Mahacandra Uncen

Bams

Rapid Test Atlet Peparnas Papua Negatif

Bams

Atlet Peparnas Papua Jalani Rapid Test

Bams

Jika Peparnas XV Mundur, NPC Papua Tetap Siap

Bams

NPC Papua bagi Sembako dan APD Kepada Atlet dan Pelatih

Bams

NPC Papua Rakor Penyusunan Technical Handbook Peparnas XVI 2020

Bams