Pasific Pos.com
Ekonomi & BisnisNasional

Moeldoko : Pesantren Harus Jadi Pilar Ketahanan Pangan Nasional

Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menerima Audiensi Pengurus Ikatan Alumni Tebuireng di gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (27/5).

Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menyatakan dukungannya terhadap pondok pesantren yang tidak hanya berdaya sebagai lembaga pendidikan dan penyiaran agama, namun bisa ditingkatkan peranannya dalam pemberdayaan ekonomi, termasuk dalam sektor pertanian.

Dalam kesempatan tersebut, Moeldoko mengatakan, kondisi Indonesia dan dunia sedang menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam sektor pangan. Oleh karena itu semua pihak harus terlibat dalam pembangunan nasional, khususnya di sektor ketahanan pangan nasional.

“Saya setuju pesantren menjadi penyinar (center of gravity) dalam menggerakan petani dan pertanian Indonesia,” ujar Moeldoko dalam Audiensi dengan Pengurus Ikatan Alumni Tebuireng di gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (27/5).

Moeldoko percaya, dengan memaksimalkan peran pondok pesantren dalam membangun kemandirian sektor pangan, tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas dan kearifan lokal yang menjadi kekuatan bangsa.

“Saya ingin pondok pesantren bisa jadi pembina masyarakat di lingkungannya, termasuk cukupi perutnya sendiri,” ungkap Moeldoko.

Moeldoko berharap pondok pesantren dapat menjadi suatu subsistem dalam membangun sektor pertanian. Oleh karena itu, lanjut Ia, pesantren tidak hanya menghasilkan santri dengan pengetahuan agama yang kuat, tetapi juga dapat mengajarkan keterampilan dan semangat kewirausahaan.

Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia ini juga menyebutkan karena pesantren ada di berbagai daerah dan relatif jarang di kota, dapat secara langsung menyentuh petani. Melalui pemberdayaan petani oleh pondok pesantren, lanjut Ia, dapat membantu masyarakat pedesaan mempertahankan makanan mereka.

“Kita ini kan ingin fii duniya wal akhirat kan, dunia dapat akhirat dapat. Pondok pesantren bisa turut menggerakkan (petani),” kata Moeldoko.

Moeldoko menambahkan, di pesantren diajarkan metode pertanian yang bertahan lama, seperti pertanian organik, konservasi sumber daya air, dan pengendalian hama terpadu. Dalam jangka panjang, Moeldoko berharap pengetahuan ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Tema-teman dari pesantren utamanya bisa penuhi kebutuhan sendiri dan harapan saya kedepannya bisa jualan dengan merk sendiri,” tutupnya.