Moeldoko Ajak Pembangunan Pusat Riset ‘Tropical Farming’ di Forum FAO Asia Pasifik

Sri Lanka – Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengajak negara anggota Organisasi Pangan Internasional (FAO) di Asia Pasifik untuk menginisiasi pengembangan pusat riset dan pengembangan ‘tropical farming’ sebagai upaya diversifikasi pangan di kawasan.Hal ini disampaikan Moeldoko, dalam Konferensi ke-37 FAO Asia Pasifik di Kolombo, Sri Lanka, Kamis (22/2).

Moeldoko mengatakan Indonesia dapat menjadi laboratorium untuk menemukan solusi-solusi tepat guna bagi pengembangan ‘tropical farming’ demi kepentingan bersama.

“Indonesia bersedia menginisiasi pengembangan pusat riset dengan dukungan FAO serta lembaga terkait, ini akan menjadi ajang tukar pengalaman dan pengetahuan yang kemudian dapat direplikasi dan diterapkan oleh negara-negara anggota yang ada di Asia Pasifik,” ungkap Moeldoko.

Indonesia sebagai negara tropis terbesar di dunia, lanjut Moeldoko memiliki potensi besar dalam pertanian tropis, seperti padi, ubi, singkong dan yang saat ini sedang dikembangkan yaitu sagu dan sorgum.

Dalam pengembangan pangan, lanjut Moeldoko terdapat kendala utama, yaitu pada kurangnya riset dan pengembangan (R&D). Sehingga dibutuhkan penelitian terkait benih unggul, pupuk yang tepat, serta penanganan hama dan penyakit untuk mendukung keberlanjutan penerapan teknologi yang tepat guna. “Dengan perubahan iklim yang cepat, kita butuh cara dan solusi, ini dapat dilakukan dengan riset yang massif,” tambahnya.

Indonesia telah memulai proyek Pembangunan Pusat Pelatihan dan Demonstrasi Pertanian di Fiji, yang didukung oleh Pemerintah Indonesia melalui Lembaga Dana Kerjasama Pembangunan Internasional (LDKPI). Selain itu, Indonesia juga telah bekerja sama dengan beberapa negara di Afrika dan Asia Pasifik. Melalui pengalaman tersebut, Moeldoko yakin penguatan riset dan pengembangan ‘tropical farming’ akan bermanfaat bagi negara Asia Pasifik dalam membangun ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

“Indonesia siap mendukung kemitraan dalam implementasi program Hand in Hand Initiative ini, sebagai upaya pencapaian tujuan SDGs no one left behind di Kawasan,” pungkas Moeldoko.

Related posts

Diikuti Puluhan Peserta, 9 Ball Open Tournament MDF Trengginas 90 se- Papua Resmi Dimulai

Jems

Safety Riding “Bangga Menjadi Generasi #Cari_Aman” di Mako Sat Brimob Polda Papua

Fani

Pemprov Papua Raih Penghargaan MCP Dari KPK

Bams

Astra Motor Sorong Hadirkan Pameran di Paragon Mall Sorong

Fani

CEO Climate Talks: PLN Siap Dukung Pemerintah Capai 75 Persen Energi Terbarukan hingga Tahun 2040

Fani

AHM Oil MPX, Pilihan Tepat untuk Semua Tipe Motor Honda

Fani

Leave a Comment