Mengais Rezeki Di Kampung Nelayan, Pasutri Asal Makassar Jual Coto Dan Konro Kuda Yang Laris Manis
MERAUKE-Berbekal resep andalan keluarga, M. Nur Daeng Tinri dan istri, Ratna Daeng Ma’leleng sukses membuka warung makan berbahan dasar daging kuda di Merauke Papua Selatan. Seperti yang diketahui, daging kuda kaya akan protein berkualitas tinggi, zat besi dan vitamin B12 serta memiliki kadar lemak dan kolesterol yang jauh lebih rendah daripada daging sapi. Kandungan gizi ini membantu mencegah anemia, menambah stamina dan mendukung pertumbuhan otot.
Racikan bumbu rahasia pasangan suami istri ini mampu menghasilkan cita rasa yang tidak hanya lezat tetapi juga membuat pelanggan ketagihan. Bahkan yang datang tidak hanya dari Merauke saja tetapi juga luar daerah. Daging kuda diolah mereka menjadi masakan khas Sulawesi Selatan yaitu coto dan konro.
Perpaduan rasa yang sangat nikmat ketika berada di mulut ditambah lagi daging kuda yang digunakan sangat berkualitas. Teksturnya lembut dan bumbu yang digunakan juga meresap hingga ke dalam daging. Saat ini M. Nur membuka warung di area Kampung Nelayan di kawasan lampu satu Merauke.
Sudah sebulan lebih sejak Kampung Nelayan mulai beroperasi, ia fokus menjual kuliner khas tanah kelahirannya dan cukup laris diserbu pembeli. Tidak hanya daging kuda, ia juga menjual coto dan konro daging sapi serta beberapa menu lainnya. Untuk konro dibandrol dengan harga 35.000 sedangkan coto 30.000 Rupiah. Tentunya sangat terjangkau dan tidak menguras kantong.
“Awalnya banyak yang penasaran dengan menu daging kuda ini. Ya, saya bilang saja silahkan dicicipi dulu baru tahu rasanya. Ternyata banyak yang suka sehingga sering membeli di warung saya. Saya buka dari jam 8 pagi hingga 5 sore setiap hari. Promosi dari mulut ke mulut dan juga media sosial yang gencar akhirnya kuliner saya makin diketahui banyak orang, “terangnya kepada Pasific Pos di warungnya, Sabtu (15/8).
Jika ada pelanggan yang masih ragu dan khawatir karena mengkonsumsi daging kuda, ia menyediakan alat tensi khusus sehingga pelanggan bisa langsung memeriksakan diri. Pelanggannya berasal dari berbagai kalangan termasuk perkantoran yang datang setiap jam istirahat atau saat libur.
Mantan nelayan ini mengakui bahwa daging kuda sangat sulit diperoleh sehingga ia memilih untuk menyembelih sendiri. Ia berharap semakin banyak yang dapat menikmati menu daging kuda miliknya dan menjadi pelanggan setia. Untuk urusan kuliner, ia dan sang istri memang sudah cukup lama berkecimpung di dunia masak memasak.
Ketika masih tinggal di Makassar, ia juga sukses membuka warung coto dan konro kuda. Setelah hijrah ke Merauke hingga 30 tahun lamanya, ia meneruskan usahanya tersebut bersama keluarga dan mampu meraih kesuksesan yang sama. “Saya sangat senang bisa berjualan di Kampung Nelayan karena tempatnya nyaman dan bersih. Bagi yang ingin memesan bisa menghubungi nomor telepon:085241111198 dan 082371427142 , ” pungkasnya. (iis)
