Pasific Pos.com
Headline Sosial & Politik

Mathea Mamoyao Kembali Beri Bantuan di Panti Asuhan Kerahiman Hawai Sentani

Jayapura – Anggota DPR Papua, Mathea Mamoyao, S. Sos kembali memberikan bantuan berupa alat bangunan kepada Panti Asuhan Putri Kerahiman Hawai, Sentani, Kabupaten Jayapura, pada akhir pekan kemarin.

Kali ini bantuan tersebut adalah bahan bangunan berupa Seng, kayu, balok dan tripleks serta alat bangunan lainnya, yang akan digunakan untuk merenovasi bangunan panti asuhan Kerahiman Hawai Sentani, yang kini mulai pada rusak dan rapuh, sehingga tidak layak digunakan lagi.

Sebelumnya, Politisi PDI Perjuangan ini juga telah bertandang ke panti asuhan ini dengan membawa bantuan berupa bahan makanan (bama) atau sembako dan juga puluhan nasi kotak serta membagi-bagikan masker kepada anak-anak yatim piatu yang menjadi penghuni panti itu.

Bahkan saat itu, Mathea Mamoyao menaruh janji akan kembali memberikan bantuan untuk renovasi atap dan dinding kamar serta ruang dapur yang ada dalam asrama yang memang kondisinya sangat memprehatinkan.

Mathea sapaan akrab wanita asal Komoro, Kabupaten Mimika itu mengaku sangat prihatin dengan kondisi bangunan panti asuhan itu, sehingga hatinya pun tergerak untuk kembali memberikan bantuan.

“Jadi, kemarin saya kembali ke panti asuhan Putri Kerahiman Hawai Sentani ini untuk menyerahkan bantuan bahan bangunan untuk merenovasi bangunan panti, yang dindingnya sudah pada rusak, atap sudah banyak yang bocor dan tiang-tiangnya juga sudah pada lapuk dimakan rayap, ” kata Mathea Mamoyao kepada Pasific Pos, Senin 13 Desember 2021.

Menurut Mathea, penyerahan bantuan bahan bangunan itu adalah lanjutan dari kegiatan sebelumnya, yakni kunjungan kasih ke Panti Asuhan Putri Kerahiman Hawai, Sentani pada pekan kemarin.

Diakui, bahwa kondisi bangunan asrama itu memang sudah tidak layak lantaran ada banyak kerusakan pada dinding asrama dan juga pada atap bangunan.

“Kami sendiri melihat bahwa kondisi bangunan asrama itu memang sudah tidak layak. Apalagi sudah ada flapon yang jatuh, sengnya sudah pada bolong – bolong, tiang tiang juga sudah pada rapuh. Pokoknya sangat tidak layak lagi untuk dipakai. Sehingga kemarin saya menyerahkan alat alat yang diperlukan itu untuk menyempurnahkan kebutuhan yang diminta oleh Suster Aliya sebagai Kepala Panti Asuhan Putri Kerahiman Hawai dan kemarin sudah terlaksana,” ujar Mathea.

Menurut Mathea, ini merupakan tanggungjawab atas dirinya untuk memberikan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam asrama kepada suster Aliya agar dapat dikerjakan secepat mungkin, sehingga dalam menyambut perayaan Natal anak anak bisa nyaman tinggal dalam asrama.

“Memang dalam pembicaraan saya waktu kunjungan saya yang pertama, saya katakan bahwa hari ini saya datang membawa sejumlah bahan makanan dan peralatan lain untuk kenyamanan para penghuni panti itu. Hari ini saya kembali untuk menyerahkan bangunan fisik untuk menjadi kenyamanan anak anak yang ada dalam panti ini. Jadi itu yang saya lakukan di Panti Asuhan Kerahiman itu,” jelasnya.

Disamping itu mantan aktivis Kabupaten Mimika ini juga mengaku bersyukur dan berterimakasih, karena pada saat penyerahan bantuan juga dihadiri Komunitas Motor yang ada di Kota Jayapura.

“Ternyata Komunitas Motor Kota Jayapura ini juga sering melakukan aksi sosial atau sering membantu kebutuhan anak anak yang ada dalam panti. Meskipun bantuan yang diberikan itu mungkin nilainya tidak besar tapi itu sangat berharga dan sangat bermanfaat bagi penghuni panti asuhan. Terimakasih kepada komunita motor ini, karena ternyata mereka juga penuh perhatian. Ya, walapun mungkin mereka juga sedang susah tapi rasa kepedulian mereka terhadap anak anak terlantar, anak anak yatim piatu begitu besar sehingga mereka bisa menisihkan sedikit hasil keringat mereka untuk disumbangkan kepada panti asuhan ini,” ungkap Mathea.

Untuk itu, pada kesempatan ini Mathea Mamoyao mengajak para dermawan yang ada di Kota Jayapura ini dan juga sesama rekannya di DPR Papua agar dapat menyisihkan sebagian rezekinya untuk dapat membantu anak-anak yang ada di panti asuhan. Bukan saja di panti asuhan yang dikelolah oleh yayasan Kristen tapi juga panti asuhan Muslim yang ada di Kabupaten dan Kota Jayapura.

“Saya pun menghimbau kepada dermawan yang lain juga agar hatinya tergerak untuk membantu. Anak-anak ini bukan saja butuh bantuan, tapi mereka juga sangat butuh perhatian dari kita. Apalagi anak-anak yang sudah kehilangan kedua orang tuanya, mereka itu sangat merindukan kasih sayang kedua orang tuanya. Ada banyak panti asuhan, baik panti asuhan Muslim dan juga panti asuhan Kristen, yang saat ini membutuhkan perhatian dari kita semua,” imbuhnya.

Untuk itu Mathea menambahkan, pemerintah jangan tutup mata tapi mari bersama sama membantu anak anak ini. Apalagi ternyata anak anak yang ada di panti asuhan Kerahiman ini sebagian dari daerah konflik seperti Intan Jaya, Pegunungan Bintang, Nduga dan Yahukimo.

“Anak anak ini adalah generasi Papua kedepan, siapa lagi yang bisa menolong mereka kalau bukan kita. Mereka ini adalah penerus kita. Untuk itu harus diselamatkan dan dibimbing agar mereka bisa membawa nama baik Papua di masa yang akan datang. Masa komunitas motor saja punya rasa kepedulian yang tinggi sementara pemerintah tidak berbuat apa apa,” tekan Mathea Mamoyao. ( Tiara).