Pasific Pos.com
Kota Jayapura

Legislator Papua Apresiasi Ketulusan Hati Kepala Suku Taniau

Anggota DPR Papua, Namantus Gwijangge saat memberikan sambutan pada acara peresmian pembukaan selubung pembangunan gereja Pos Penginjilan (PI) Timeri-Nafri Gereja Kemah Injil Indonesia (GKI) dari jemaat Bethesda Abepura, Sabtu (17/10).

Jayapura, – Mewakili Pemerintah Provinsi Papua, tiga Anggota DPR Papua yakni Namantus Gwijangge, Danton Giban dan Feryana Wakerkwa, pada akhir pekan kemarin menghadiri undangan peletakkan batu pertama dan pembukaan secara resmi selubung Pos Penginjilan (PI) Timeri – Nafri Gereja Kemah Indonesia (GKI) dari Jemaat Bethesda Abepura, pada Sabtu (17/10).

Perlu diketahui, bahwa Pos Penginjilan atau Pos PI yang nantinya berdiri diatas lahan seluas 70×90 meter persegi ini, letak lokasinya sangat strategi dilepas dengan ihklas oleh Kepala Suku Taniau untuk dibangun sebuah gereja yang nantinya digunakan jemaat yang ada di kampung tersebut.

Koordinator Pembangunan Pos PI, Paulus Ubruangge mengungkapkan, jika dirinya merasa bersyukur, karena apa yang diimpikan selama bertahun-tahun kini akan terwujud.

Pasalnya, setiap mereka ingin mengikuti ibadah Minggu bersama dengan jemaat gereja lainnya yang tesebar di Abepura, Waena dan Sentani, selalu terkendala dengan jarak dan biaya ongkos angkutan umum.

“Hari ini kami samgat bersyukur kepada Tuham karena pergumulan kami sejak tahun 1998, bisa terjadi hari ini,” kata Paulus Ubruangge ketika ditemui Pasific Pos disela-sela peresmian Pos PI di Kampung Timeri Nafri.

Bahkan, pria asal Kabupaten Nduga ini mengaku, dulu jika ingin melakukan ibadah Minggu bersama jemaat lainnya harus pergi ke Abepura atau Waena bahkan ke Sentani.

“Padahal tempat tinggal kami disini, tapi gereja kami letaknya sangat jauh disana.Itupun kalau ada ongkos taksi baru kami pergi, kalau tidak ada, ya kami tidak pergi. Penghasilan kami sehari-hari hanya dari hasil kebun, itu lalu kami jual di Pasar Youtefa Abepura,”tuturnya.

Apalagi lanjut Paulus, seluruh masyarakat yang bermukim di Kampung Timeri Nafri ini semua bekerja sebagai petani diatas lahan milik Suku Taniau.

“Jadi sudah sejak dulu, kepala suku Taniau telah memberikan izin untuk kami berkebun. Sehingga saya mewakili masyarakat yang ada disini mengucap syukur dan terimakasih kepada Tuhan yang telah menggerakkan hati bapak kepala suku buat kami bangun satu Pos PI di wilayah ini,”imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Kepala suku Taniau, Soleman Taniau mewakili Ondoafi Nafri dalam peresmian pos PI berpesan kepada seluruh masyarakat lainnya yang bermukim di lokasi tersebut untuk tetap berkebun, tapi jangan merusak diatas gunung.

“Jadi saya selalu berpesan kepada saudara dari Mapenduma, Yali, dan Yahukimo mari bantu saya untuk jaga hutan ini dengan baik dari sini sampai ke bawa. Silahkan kalian berkebun di dataran ini tapi jangan merusak yang diatas gunung dan selalu menjaga keharmonisan serta solidaritas kebersamaan terus dijaga,”pesannya.

Sementara itu, Anggota DPR Papua dari daerah pemilihan Kabupaten Nduga, Namantus Gwijangge mengaku terharu dan pihaknya pun mengapresiasi niat baik dan ketulusan hati Kepala Suku Solaeman Taniau yang dengan besar hati merelakan atau mengibahkan tanahnya untuk bangun gereja.

Untuk itu, legislator Papua ini juga meminta agar masyarakat yang ada wilayah itu harus mematuhi permintaan dari Kepala Suku Taniau dan menjaga keharmonisan hidup bermasyarakat.

“Patut disyukuri karena hari ini sesuatu yang terjadi diluar dugaan kami bertiga karena bisa hadir mewakili pemerintah ditengah-tengah jemaat atau masyarakat untuk melihat secara langsung peresmian satu Pos PI Timire Nafri,” ujar Namantus.

Menurutnya, tidak ada didunia ini yang dasyat dan indah selain kita melayani Tuhan, karena itu cara Tuhan yang dia berikan kepada umatnya.

“Itu selalu menjadi catatan pribadi saya, ketika kita melakukan segala sesuatu, kita memulai dari hal-hal yang kecil. Dan pada kesempatan hari ini firman Tuhan yang luar biasa melalui hamba-Nya bapak Pdt sudah menguatkan kita melalui Kepala Duku Taniau yang sudah merelakan tanahnya demi umat untuk membangun Pos PIN diatas tanah ini,” sambungnya.

Oleh karena itu sebagai wakil rakyat, Namantus Gwijangge juga meminta kepada para orang tua, tokoh adat, tokoh agama dan semua elemen masyarakat terlebih khusus dari masyarakatal Nduga untuk selalu enjaga dan merawat lingkungan yang ada disini dengan baik.

“Kepala suku sudah relakan tanahnya untuk bangun gereja, jadi mari kita jaga dengan baik mulai dari atas gunung hingga dibawah. Bahkan ini merupakan tanggungjawab kita bersama untuk hidup lebih baik. Jadi mari kita jaga keamanan pribadi, kelompok dan juga menjaga kelompok masyatakat di Kota Jayapura.
Sebab dengan keamanan yang ada, maka kita bisa menciptakan suatu iklim perkembangan dan kedepannya kita akan maju,”tandas Politisi Partai Perindo itu.

Apalagi kata Namantus, jika dilihat letak tempat ini sangat strategis. Beliau kalau berfikir secara ekonomis dan nilai, untuk apa dia kasih tanahnya ini secara cuma-cuma kepada gereja yang jelas-jelas tidak memberikan inkamb untuk dia.

“Tapi hari ini tadi kita semua baru dengar dari pak kepala suku, bahwa dia tidak berfikir panjang lagi dan secara spontan beliau langsung memberikan tanahnya untuk dibangun gereja,”ucapnya.

Dirinya menambahkan, terimakasih juga kepada tokoh-tokoh yang ada disini yang sudah ikut berencana untuk memulai pekerjaan yang luar biasa ini.

“Sekali lagi saya mau katakan, didalam kehidupan di dunia ini tidak ada yang luar biasa, tidak ada yang indah dan dasyat selain kita melayani Tuhan sesuai karunia yang Tuhan kasi dalam pribadi masing-masing. Sehingga itu menjadi catatan penting yang selalu dan harus memotivasi untuk kita mendorong pelayanan yang ada dan membangun gereja ini,” tutup Namantus Gwijangge.