Komnas HAM Papua Dukung Pendekatan Humanis Satgas Operasi Damai Cartenz 2026

Jayapura – Ketua Perwakilan Komnas HAM Wilayah Papua Frits Ramandey menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan tugas Satgas Operasi Damai Cartenz 2026, dengan menekankan pentingnya pendekatan humanis, dialogis, dan berbasis penghormatan hak asasi manusia.

Frits mengatakan bahwa situasi sosial di Papua memiliki karakteristik kultural yang kuat sehingga langkah pengamanan perlu disertai komunikasi terbuka dan membangun kepercayaan publik.

“Pendekatan keamanan harus berjalan beriringan dengan pendekatan sosial. Komunikasi yang intensif dengan tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan pemuda menjadi kunci agar setiap kebijakan dapat dipahami secara utuh oleh masyarakat,” katanya, Kamis, 19 Februari 2026.

Dia menjelaskan, komunikasi yang efektif tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi memastikan pesan tersebut benar-benar dipahami dan diterima masyarakat. Ketika masyarakat merasa dilibatkan dan didengar, lanjutnya, akan tumbuh partisipasi aktif dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.

Menurut Frits, prinsip akuntabilitas dan transparansi juga harus dijaga dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan. Dengan pendekatan yang mengedepankan dialog serta penghormatan terhadap martabat manusia, ia optimistis situasi keamanan di Papua dapat terus terjaga secara kondusif.

Dia berharap pelaksanaan Operasi Damai Cartenz 2026 tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga memperkuat sinergi antara aparat dan masyarakat guna mendukung pembangunan serta peningkatan kesejahteraan di Tanah Papua.

“Keamanan yang berkelanjutan lahir dari kepercayaan. Ketika masyarakat dan aparat berjalan bersama, maka stabilitas akan semakin kokoh,” ujarnya.

Related posts

Gubernur Papua Dorong Bank Papua Perkuat Dukungan untuk UMKM

Bams

Cerita Maria Baru Daftar JKN dan Langsung Aktif Digunakan Berobat Anaknya

Fani

Jawaban Resmi Gubernur atas Pandangan Umum Fraksi DPR Papua Mengenai RAPBD 2026

Bams

Sekda Hadir dan Sapa Kafilah Papua MTQN ke-30 di Samarinda

Fani

Indonesia-PNG Border Trade Fair Akan Libatkan Pelaku Ekonomi

Bams

104 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Papua Tahun 2024

Bams

Leave a Comment