Sampah Di Bandara Internasional Sentani Capai 3 Ton Per Hari

‎Jayapura,-  Pengelolaan sampah di Bandara Internasional Sentani mencapai 3 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 persen merupakan sampah organik yang menjadi tantangan utama dalam proses pengelolaannya.

‎Hal itu disampaikan Airport fasiliti Departemen health bandara Internasional Sentani ‎Harrys Hutahaean dalam Talkshow Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2026 yang digelar di Kantor Gubernur Provinsi Papua, Jumat (20/2/2026).

‎Menurut Harrys, tingginya volume sampah organik menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan penumpukan dan dapat mengganggu estetika bandara.

‎“Dari 40 persen dari tiga ton sampah per hari adalah sampah organik. Ini menjadi tantangan bagi kami sebagai bandara internasional untuk memastikan sampah tidak menjadi tumpukan dan tidak mengganggu operasional didalam bendara,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Harrys, pengelola bandara telah menyediakan tempat sampah di berbagai titik strategis, mulai dari terminal penumpang, area operasional, perkantoran, hingga area kargo. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah menjadi dua kategori utama, yakni organik dan anorganik.

‎Menurutnya, saat ini terdapat tiga titik Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di kawasan bandara, dengan titik terbesar berada di terminal penumpang. Selain itu, pengelola juga menempatkan sepuluh drop box di sejumlah lokasi untuk memudahkan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

‎Sampah dari tiap titik dikumpulkan oleh tim khusus yang bertugas mengangkutnya ke TPS sebelum diproses dan dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

‎Lanjutnya, sampah yang masih memiliki nilai guna didorong untuk didaur ulang melalui kerja sama dengan unit terkait, termasuk pendekatan berbasis UMKM dan bank sampah.

Terkait dengan gerakan konsep lingkungan hijau, katanya, Bandara Sentani mendukung dan berperana untuk ekosistem alam, tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat.

Selain pengelolaan sampah, bandara juga berupaya menekan emisi dan konsumsi energi. Salah satunya melalui penggunaan sistem skylight pada bangunan terminal yang memungkinkan cahaya matahari masuk secara maksimal pada siang hari, sehingga mengurangi penggunaan listrik.

Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pengelola dalam mewujudkan bandara yang ramah lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan operasional penerbangan di Papua.

Related posts

Hasil Exit Poll PSU Pilkada Papua, Mari – Yo Unggul

Fani

Akses Layanan JKN Tetap Terbuka Selama Libur Lebaran 2025

Fani

Polri Komitmen Sukseskan PSU, Pj Gubernur Apresiasi Kinerja Bhayangkara

Bams

Ketum PWI Pusat Ingatkan Wartawan untuk Kritis dan Berwawasan Kebangsaan

Bams

Polisi Gagalkan Penyelundupan Miras Lokal saat Razia di Pelabuhan Jayapura

Fani

Wabup Biak: Program Prioritas Harus Masuk Agenda Pembangunan Papua

Bams

Leave a Comment