Pasific Pos.com
Sosial & Politik

Ketua DPR Papua Ajak Masyarakat Beri Dukungan Kepada Sekda Terpilih

Sekda papua Terpilih
Jhony Banua Rouw, SE
“Sekda Bukan Jabatan Politik, Siapapun Yang Terpilih, Itulah Pilihan Terbaik”

 

Jayapura, – Terkait demgan pengumuman jabatan Sekertaris Daerah (Sekda) Papua yang rencananya akan digelar pada, Jumat 10 Juli 2020 (Red.besok), Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw, SE mengajak seluruh masyarakat Papua untuk berdoa dan memberikan dukungan kepada kandidat yang nantinya terpilih menjadi Sekda Papua.

“Saya mengajak kita semua untuk berdoa. Kita berikan dukungan kepada siapapun yang terpilih,” kata Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw, SE kepada sejumlah Wartawan ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7).

Namun pada kesempatan itu, Politisi Partai NasDem yang akrab disapa JBR ini menegaskan, bahwa DPR Papua tidak punya kepentingan terhadap siapapun yang nantinya akan jadi Sekda Papua. Sebab, sekda bukan jabatan politik.

“Karena DPR Papua adalah jabatan politik. Dan DPR Papua juga tidak punya yang namanya tim sukses dan sebagainya, untuk memenangkan salah satu kandidat. Karena semua proses pemilihan sangat transparan, dan semua akan diumumkan dengan nilai-nilai yang ada,” ujar Jhony Banua.

Namun lanjut JBR, siapapun yang akan menjabat sebagai Sekda Papua, itu merupakan pilihan terbaik untuk Tanah Papua. Sehingga dalam menjalankan tugasnya dapat membantu Gubernur Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Klemen Tinal dalam menjalankan visi-misi mereka sampai selesai.

“Jadi kami di lembaga DPR Papua tidak pernah mendukung siapapun atau mengintervensi. Itu tidak bisa. Karena mereka betul-betul PNS,” jelasnya.

Bahkan Jhony Banua Rouw mengimbau, kepada tim seleksi untuk memberikan penilaian secara objektif dan tidak melihat dari sisi politik.

“Tapi biarlah menilai yang terbaik untuk Papua,” ucapnya.

Apalagi kata Jhony Banua Rouw, saat ini ada kabar yang beredar di media sosial (Medsos), telah terjadi pengkotak-kotakan antar suku, terkait dengan pemilihan Sekda Papua.

Untuk itu, Jhony Banua Rouw mengajak masyarakat untuk membuang jauh pikiran itu. Sebab mereka yang saat ini mengikuti seleksi, merupakan putra dan putri asli Papua.

“Jadi tidak boleh kita pakai dikotomi gunung dan pantai atau suku ini suku itu. Ini jabatan birokrasi, bukan jabatan politik,” tekannya.

Artikel Terkait

PB PON Bersama DPR Papua Cek Kesiapan Venue

Bams

Pakai Busana Adat Yapen, Ketua DPR Baca Teks Proklamasi

Bams

BPKP Masih Review Anggaran PON

Bams

Merasa Dirugikan PT BBU, Masyarakat Adat Sarmi Sampaikan Aspirasi Kepada Fraksi Gerindra DPR Papua

Afrans

Tak Pernah Hadir Dalam Rapat, Komisi IV DPR Papua Soroti Kadis PUPR

Afrans

Komisi IV DPR Papua Ingatkan OPD Bidang Infrastruktur Tidak Meninggalkan Silpa

Afrans

Setelah Disetujui Mendagri, Lima Raperda Siap Disahkan Dalam Paripurna Non APBD

Afrans

Program Pembangunan Papua Harus Berpihak Kepada OAP

Afrans

Pekan Depan, PAW dan 14 Kursi Otsus DPR Papua Akan Dilantik Secara Bersamaan

Afrans