Pasific Pos.com
Headline

Kejati Papua Tetapkan Bupati Waropen Tersangka Gratifikasi

Kejati Papua Tetapkan Bupati Waropen Tersangka Gratifikasi
Aspidsus Kejaksaan Tinggi Papua L. Alexander Sinuraya (tengah) saat memberikan keterangan terkait penetapan Bupati Waropen sebagai Tersangka
“Waktu dekat YB akan diperiksa sebagai Tersangka”

 

JAYAPURA – Penyidik tindak pidana khusus Kejaksaan Tinggi Papua akhirnya menetapkan Bupati Waropen Yeremias Bisay sebagai tersangka dalam Kasus dugaan gratifikasi senilai Rp.19 miliar.

Hal itu diungkapkan Aspidsus Kejaksaan Tinggi Papua L. Alexander Sinuraya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/3) siang.

Menurutnya penetapan itu berdasarkan alat bukti dan keterangan selama proses penyelidikan dan penyidikan.

“Dari hasil yang kami peroleh baik dari alat bukti dan keterangan, YB menerima gratifikasi dengan total nilai mencapai Rp 19 miliar pada saat dia menjabat sebagai Wakil Bupati Waropen periode 2010-2015 dan pada 2018,” ujarnya.

Dalam kasus ini Kata Alex pihaknya telah memeriksa 15 orang saksi termasuk YB dan beberapa pengusaha dan anggota Dewan.

“Para saksi dalam hal ini pemberi sudah kami periksa, termasuk tersangka yang saat itu statusnya masih saksi,” ucap Alex.

Sementara untuk pemeriksaan YB sebegai tersangka Kata Alex akan dilakukan dalam waktu dekat.

“YB akan kami periksa sebagai tersangka, dalam waktu dekat,” bebernya.

Ia pun menembahkan terkait status tersangka yang melekat terhadap YB lantaran terlibat kasus gratifikasi, murni tanpa ada kepentingan apapun.

“Kami bekerja profesional tanpa ada kepentingan sama sekali. Penetapan YB sebagai tersangka berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi yang kami peroleh. Sekali lagi kami bekerja sebagai sesuai tugas kami,” tegasnya.

Disinggung terkait printah dari Kejaksaan Agung terkait pemberhentian sementara kasus korupsi yang melibatkan calon Kepala Daerah yang akan maju dalam pemilihan hingga usai pilkada serantak. Kata Alex tidak berpengaruh mengingat belum ada penetapan calon tetap oleh penyelenggara.

“Apakah YB sudah ditetapkan sebagai calon Bupati oleh KPU? belum kan. Jadi proses ini akan berjalan. Terkeculai yang bersangkutan sudah jadi calon,” ujarnya.

Mantan Kepala Kejaksaan Negeri Merauke ini pun menjelaskan atas perbuatanya YB dijerat pasal berlapis yakni pasal 12 ayat 1, pasal 12 huruf B dan C, pasal 5 ayat 2 dan pasal 11 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 Junto Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Artikel Terkait

HUT YPK, di Waropen Sejumlah Gereja Lakukan Ibadah Syukur

Afrans

BPBD Waropen Gelar Sosialisasi Pembekalan Mitigasi Bencana Abrasi

Afrans

Kajati Selidiki Dugaan Penyelewengan Dana Otsus Pada Dinas Pendidikan Papua

Bams

Kepala Kampung dan Masyarakat Dukung Rafael Ambrauw Kawal Kasus Dana Desa Puncak Jaya

Bams

DPRD Waropen Gelar Paripurna Raperda PP APBD 2019

Afrans

Terkait Dugaan Korupsi Dana Otsus, Yunus Wonda Sarankan Tak Perlu Takut Jika Pertanggungjawabannya Jelas

Tiara

Ketua Fraksi Demokrat Tolikara Minta Media Abal-Abal Klarifikasi Beritanya, Terkait Dugaan Kasus Korupsi Gubernur Papua

Tiara

Pelantikan Bupati dan Wabub Waropen Terpilih Ditunda, Ini Penjelasannya

Afrans

BISMA Siap Dilantik Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Waropen

Afrans