Ini Dia Profil 9 Dewan Juri Pada Pesparani 2 Papua
Biak – Pesparani II Papua mulai berangsung dengan mengusung semboyan “Satu Nada, Satu Iman, Satu Papua,” yang perlu dijaga bersama oleh seluruh pihak yang terlibat.
Dalam perlombaan tentunya akan dinilai oleh juri. Untuk mengenal para juri yang akan bertugas selama tiga hari ke depan, berikut profile Mereka.
Pastor Habel Jadera, Pr.
Pastor Habel Jadera merupakan imam Keuskupan Bogor yang lahir di Jakarta pada 10 Februari 1983. Ia meraih gelar doktor misiologi dari Pontifical University of Urbaniana, Roma, setelah menyelesaikan pendidikan sarjana dan lisensiat di bidang yang sama.
Ia juga menempuh pendidikan magister teologi di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, serta pendidikan filsafat.
Saat ini, Pastor Habel berkarya sebagai dosen luar biasa di Fakultas Filsafat dan Teologi Universitas Katolik Parahyangan. Ia juga menjadi perwakilan Scholas Occurrentes Vatikan untuk Indonesia serta menjabat sebagai Direktur Pastoral Digital Center dan Research Center of Mission and Evangelization Keuskupan Bogor.
Pengalamannya mencakup pembinaan calon imam, evangelisasi, misiologi, dan pelayanan pastoral digital.
Dalam Pesparani Papua 2026, Pastor Habel bertugas menilai Lomba Cerdas Cermat Rohani Anak, Cerdas Cermat Rohani Remaja, dan Bertutur Kitab Suci.
Pastor Lucius Joko, Pr.
Pastor Lucius Joko merupakan imam Keuskupan Bogor yang lahir di Gisting pada 6 Mei 1981. Ia menyelesaikan pendidikan filsafat dan teologi di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, serta meraih gelar magister ilmu komunikasi dari LSPR Jakarta.
Dalam perjalanan pelayanannya, ia pernah menjadi pastor vikaris Paroki Santo Matias Cinere, Dekan Dekanat Utara, dan Direktur Diosesan Keuskupan Bogor.
juga pernah menjalankan tugas sebagai misionaris domestik di Keuskupan Agats-Asmat, Papua. Selama bertugas di wilayah tersebut, ia pernah menjabat Ketua Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agats dan Direktur Radio FU 99,2 FM.
Saat ini, Pastor Joko menjabat sebagai Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Bogor periode 2024–2027 dan Pastor Vikaris Paroki Kristus Raja Serang.
Dalam Pesparani Papua 2026, ia menjadi juri Lomba Cerdas Cermat Rohani Anak, Cerdas Cermat Rohani Remaja, dan Bertutur Kitab Suci.
Sara Lea Tunas
Sara Lea Tunas merupakan profesional di bidang komunikasi, media digital, dan produksi film. Ia menempuh pendidikan Bachelor of Religious Studies, Education of Catholic Religion di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, serta Bachelor of Fine Art in Digital Filmmaking and Video Production di The Art Institute of Seattle, Amerika Serikat.
Ia juga memperdalam bidang pemasaran digital di Purwadhika Digital Technology School, Jakarta.
Saat ini, Sara menjabat sebagai Managing Director sekaligus Project and Communication Lead di 2230 Sports Agency. Ia juga aktif sebagai pembawa acara, presenter, pembicara, moderator, pembuat konten, dan key opinion leader.
Dalam pelayanan Gereja, Sara terlibat dalam Pastoral Digital dan Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Bogor serta pembinaan di Seminari Menengah Stella Maris.
Pada Pesparani Papua 2026, ia bertugas menilai Lomba Cerdas Cermat Rohani Anak, Cerdas Cermat Rohani Remaja, dan Bertutur Kitab Suci.
Alexander Lodeweyk Kolatlena, S.S., S.Pd., M.Pd.
Alexander Lodeweyk Kolatlena, yang dikenal sebagai Lody Kolatlena atau Axel Kolatlena, lahir di Jakarta pada 21 Maret 1971. Ia merupakan pelatih, juri, konsultan, komposer, dan arranger musik paduan suara serta vokal grup.
Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Bidang Program Pengembangan Sekolah Yayasan Pendidikan Sorowako. Ia juga menerbitkan buku kumpulan partitur SATB dan SSAA berjudul Senandung Jiwa Volume 1–3.
Pengalamannya mencakup penjurian berbagai perlombaan Pesparawi dan Pesparani. Sebagai pelatih, ia turut membina tim Sulawesi Selatan hingga meraih sejumlah medali dalam Pesparawi Nasional, termasuk medali emas dan perak.
Lody juga aktif menciptakan lagu wajib, himne, dan mars serta mengaransemen musik untuk berbagai kegiatan gerejawi dan nasional.
Dalam Pesparani Papua 2026, ia menilai Paduan Suara Anak, Paduan Suara Orang Muda Katolik (OMK), Paduan Suara Dewasa Wanita, Mazmur OMK, dan Mazmur Dewasa.

Veronika Silvia Rettob, S.Pd., Gr.
Veronika Silvia Rettob merupakan pendidik seni musik yang mengajar di SMA YPPK Agustinus Kota Sorong dan SMP Negeri 4 Kota Sorong. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana Pendidikan Seni Musik di Universitas Negeri Manado.
Selain menjadi guru, Veronika aktif sebagai penyanyi, konduktor, dan pelatih paduan suara. Ia telah membimbing berbagai kelompok dalam perlombaan tingkat kota dan kabupaten di Sorong.
Pengalamannya sebagai juri meliputi Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), lomba paduan suara, mazmur, dan menyanyi solo. Ia juga pernah terlibat dalam penjurian Pesparani Papua Barat di Teluk Bintuni.
Pada Pesparani Papua 2026, Veronika bertugas menilai Paduan Suara Anak, Paduan Suara OMK, Paduan Suara Dewasa Wanita, Mazmur Anak, Mazmur Remaja, dan Paduan Suara Etnik.
Bayu Nerviadi
Bayu Nerviadi merupakan musisi dan pendidik musik yang aktif berkarya di Yogyakarta. Ia dikenal sebagai penyanyi, dirigen, pelatih paduan suara, organis, dan pianis.
Dalam bidang pendidikan musik, Bayu mengajar solfège, praktik organ, dan teori harmoni. Ia juga menulis buku musik serta menjadi narasumber dalam berbagai seminar dan lokakarya mengenai pelatihan organis, dirigen, pelatih paduan suara, pemazmur, dan vokal.
Pengalaman profesionalnya menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Balikpapan, dan Timika.
Bayu juga berpengalaman menjadi juri paduan suara, vokal grup, pemazmur, menyanyi tunggal, serta Pesparani di berbagai daerah. Ia pernah menjadi juri Lomba Cipta Lagu Liturgi Pesparani tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta dan nasional.
Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Koordinator Tim Musik Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang dan anggota Tim Nihil Obstat Imprimatur KAS.
Dalam Pesparani Papua 2026, Bayu menilai Paduan Suara Remaja Gregorian, Paduan Suara Dewasa Pria Gregorian, Paduan Suara Dewasa Campuran, Mazmur Anak, Mazmur Remaja, dan Paduan Suara Etnik.
Keahliannya dalam teori musik, harmoni, dan praktik liturgi menjadi bekal untuk menilai ketepatan musikal serta kualitas penyajian peserta.
Pastor Bernard Antonius Rahawarin, Pr.
Pastor Bernard Antonius Rahawarin, yang akrab disapa Pastor Berry, merupakan imam yang memiliki keahlian di bidang liturgi dan musik liturgi.
Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng, Manado. Ia kemudian meraih gelar magister bidang liturgi di Ateneo San Anselmo, Roma, serta gelar doktor bidang inkulturasi musik liturgi dari STFT Widya Sasana, Malang.
Saat ini, Pastor Berry mengajar Liturgi dan Musik Liturgi di STPAK Santo Yohanes Penginjil Ambon.
Pengalamannya sebagai juri paduan suara dimulai pada 1992, sedangkan kiprahnya sebagai pelatih dimulai pada 1997. Ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan Pesparawi dan Pesparani di tingkat daerah maupun nasional.
Pastor Berry pernah menjadi juri Pesparawi Tanah Papua pada 2021 di Papua Barat dan Timika serta pada 2024 di Maybrat.
Sebagai Ketua Bidang Lomba dan pelatih kepala LP3KD Maluku, ia juga terlibat dalam pembinaan tim Maluku yang meraih juara umum Pesparani Nasional II dan III.
Dalam Pesparani Papua 2026, ia bertugas menilai Paduan Suara Remaja Gregorian, Paduan Suara Dewasa Pria Gregorian, Paduan Suara Dewasa Campuran, Mazmur OMK, Mazmur Dewasa, dan Paduan Suara Etnik.
Redi Fatubun, S.Sos., S.H
Redi Fatubun lahir di Kei, Maluku Tenggara, pada 2 Maret 1976. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana sosiologi di Universitas Terbuka dan sarjana hukum di Universitas Caritas Papua.
Dalam bidang musik, Redi mengembangkan kemampuan secara otodidak, mengikuti kursus musik Gereja di Pusat Musik Liturgi Yogyakarta, serta berbagai pelatihan musik tingkat nasional.
Pengalamannya dalam pembinaan musik gerejawi meliputi Paduan Suara Anak LPPD/LP3KD Kabupaten Manokwari, Paduan Suara OMK, Paduan Suara Mahasiswa UNCRI Manokwari, dan Paduan Suara Akbar pada pembukaan Pesparawi Nasional XIV di Papua Barat.
Sebagai pelatih dan juri, ia terlibat dalam berbagai perlombaan mazmur, paduan suara, vokal grup, dan solo, mulai dari tingkat paroki hingga provinsi di Tanah Papua.
Redi juga aktif dalam organisasi LPPD/LP3KD Papua Barat dan PAPRI. Selain itu, ia bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat.
Dalam Pesparani Papua 2026, ia bertugas menilai Paduan Suara Anak, Paduan Suara OMK, Paduan Suara Dewasa Wanita, Mazmur OMK, dan Mazmur Dewasa.
Allesandro Andriano Egbertus Pinangkaan, S.Fil., M.Pd., Gr.
Allesandro Andriano Egbertus Pinangkaan, yang akrab disapa Sandro, lahir di Manado pada 21 Juni 1993. Ia menjabat sebagai Kepala SMK Katolik St. Familia Tomohon dan Kepala Schola Cantorum Musica Sacra Keuskupan Manado sejak 2024. Ia juga menjadi anggota Komisi Liturgi Keuskupan Manado sejak 2020.
Pendidikan musiknya dimulai ketika menempuh pendidikan di Seminari Menengah Kakaskasen. Di sana, ia mempelajari teori musik, komposisi dasar, dan Nyanyian Gregorian di bawah bimbingan P. Harry Singkoh, MSC.
Sandro kemudian memperdalam ilmu harmoni dan mengikuti berbagai pelatihan, antara lain penjurian paduan suara, pembuatan lagu misa, pelatihan guru Kodály, penciptaan lagu, dan studi Nyanyian Gregorian.
Pengalamannya sebagai juri mencakup paduan suara, Nyanyian Gregorian, mazmur tanggapan, dan Kitab Suci di tingkat paroki serta keuskupan sejak 2012.
Ia juga pernah menjadi juri Pesparani Kabupaten Bintuni pada 2023, Pesparani Kota Jayapura pada 2025, dan Pesparani Provinsi Sulawesi Utara pada 2025.
Selain menjadi konsultan teknis Nyanyian Gregorian dan mazmur, Sandro aktif sebagai pelatih dan narasumber Gregorian bagi lembaga Pesparani di Papua dan Papua Barat. Ia turut terlibat dalam pendirian Viri Gregoriani Musica Sacra dan Pueri Cantores Musica Sacra serta berpartisipasi dalam konser Gregorian di Belanda dan Italia.
Dalam Pesparani Papua 2026, Sandro bertugas menilai Paduan Suara Remaja Gregorian, Paduan Suara Dewasa Pria Gregorian, Paduan Suara Dewasa Campuran, Mazmur Anak, dan Mazmur Remaja.
Keberagaman latar belakang sembilan anggota dewan juri diharapkan dapat mendukung pelaksanaan Pesparani II Katolik Provinsi Papua secara profesional dan bertanggung jawab.
Pengalaman mereka dalam bidang musik, liturgi, pendidikan, Kitab Suci, dan komunikasi menjadi bagian penting dalam menilai setiap penampilan sesuai ketentuan masing-masing cabang lomba
